Calon presiden dari Partai Sosialis Francois Hollande mengalahkan Presiden Nicolas Sarkozy dalam pemilihan umum Prancis kemarin. Kekalahan ini menurut beberapa pengamat terjadi akibat tingkat ketidaksukaan rakyat pada Sarkozy meningkat malah menjelang pemilihan umum.Hollande unggul 51,9 persen dari Sarkozy yang meraup 49,2 dukungan hingga penghitungan dua pertiga total surat suara, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Senin (7/5). Presiden dari Partai Konservatif itu mengaku kalah dan langsung mengirim ucapan selamat kepada pesaingnya. "Hollande presiden baru Prancis dan harus dihormati," ujar Sarkozy.Kekalahan suami aktris Carla Bruni itu sudah terlihat sejak putaran pertama dua pekan lalu. Hollande kala itu sudah menjadi pemenang dan meraup 28,6 persen dukungan dengan Sarkozy membuntuti di peringkat kedua. Pada debat empat hari lalu, dia juga gagal meyakinkan publik Prancis.Pengamat dari the Guardian, Jon Henley, menilai ketidaksukaan rakyat pada sosok Sarkozy malah meningkat menjelang pemilihan umum. Warga Prancis tidak suka pada cara dia menangani ekonomi negara Anggur itu selama krisis melanda Eropa. Dia juga dinilai terlalu sering menjual isu nasionalisme. Setelah insiden teror pemuda keturunan Aljazair di Kota Toulouse, Sarkozy kerap menyuarakan pembatasan imigran dan kebijakan makin keras kepada minoritas muslim dan Afrika.Florence Girardeau, salah satu warga, membenarkan pandangan Henley itu. "Dia bicara soal nasionalisme, padahal dia keturunan Hungaria," katanya. Bahkan, Stephanie Debaye mengikuti pemilihan umum supaya Sarkozy enyah dari pemerintahan. "Saya hanya ingin pemerintahan berganti secepatnya. Sarkozy terlalu agresif mengkampenyekan nasionalisme," kata warga Ibu Kota Paris itu.Dalam tiga dasawarsa terakhir, calon petahana jarang gagal dalam pemilihan umum Prancis. Terakhir kali hal itu terjadi pada 1981 ketika Valery Giscard d'Estaing dikalahkan Francois Mitterand.Hollande menawarkan kenaikan pajak bagi pengusaha dan warga berpenghasilan lebih dari satu juta euro per tahun. Pemimpin Partai Sosialis ini juga menjanjikan peningkatan upah minimum di Prancis, merekrut 60 ribu guru, dan menurunkan batas umur pensiun dari 62 menjadi 60 tahun bagi pekerja di sektor tertentu.
Sarkozy kalah karena makin dibenci rakyat
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: "Hollande presiden baru Prancis dan harus dihormati," ujar Sarkozy.
Advertisement
Rekomendasi