Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Minta DK PBB Segera Gelar Rapat Darurat
Tiga prajurit TNI kehilangan nyawa saat melaksanakan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Keberanian mereka patut dihormati.
Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengadakan rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB setelah gugurnya prajurit TNI yang merupakan anggota personel penjaga perdamaian Indonesia dalam serangan di Lebanon.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada malam hari Senin (30/3).
"Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan," ujar Menlu Sugiono, seperti dikutip dari akun X pada Selasa (31/3).
Dalam percakapan tersebut, Menlu Sugiono juga mengapresiasi ungkapan duka cita Guterres serta kesiapan PBB untuk berkoordinasi dengan Indonesia dalam menyelidiki insiden yang terjadi.
Sebelumnya, Menlu Sugiono telah melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Yousef Raggi, untuk menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia terkait serangan di Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian asal Indonesia. Menlu Sugiono menekankan bahwa kedua pihak sepakat untuk berkoordinasi erat dan menindaklanjuti langkah-langkah penting dalam merespons peristiwa tersebut.
Pentingnya Penghormatan serta Keselamatan Penjaga Perdamaian PBB
Langkah-langkah tersebut diambil sambil mendukung upaya untuk menurunkan ketegangan dan menjaga stabilitas regional. Dalam dua percakapan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat mengecam serangan yang menewaskan personel Indonesia dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap keamanan serta keselamatan penjaga perdamaian PBB.
"Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum internasional," jelas Sugiono.
Insiden tragis ini melibatkan seorang TNI personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, yang gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada hari Minggu (29/3). Kementerian Pertahanan RI kemudian mengonfirmasi bahwa dua personel Indonesia lainnya juga gugur pada hari Senin, seiring dengan meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut.