Pilpres 2019 di Luar Negeri, Jokowi Berjaya di Melbourne

Kamis, 18 April 2019 16:04 Reporter : Merdeka
Pilpres 2019 di Luar Negeri, Jokowi Berjaya di Melbourne Penghitungan suara di TPS Sandiaga. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Melbourne, kemarin telah merilis rekapitulasi penghitungan suara akhir yang mencakup kawasan Victoria dan Tasmania.

Menurut hasil perhitungan akhir pada total 22 TPSLN dan TPSLN Pos PPLN Melbourne, pasangan Calon Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin meraih 87,54 persen suara atau 7.228 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 10,90 persen atau 900 suara. Demikian keterangan yang diterima Liputan6.com, Rabu (17/4).

Sedangkan total suara tidak sah berjumlah 129 atau 1,56 persen.

Sebelumnya, PPLN Melbourne mengatakan jumlah pemilih tetap di Melbourne yang sudah ditetapkan adalah 13.429 orang dan hanya 61 persen yang menggunakan hak pilihnya.

Di Melbourne penghitungan suara baru dilakukan sekitar pukul 17.00 waktu lokal, hari Rabu.

PPLN, termasuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang bertugas di TPS, serta para saksi dan warga lainnya sudah berkumpul sebelum 16.00 sore.

Penghitungan suara di tiap-tiap TPS disaksikan oleh sejumlah saksi dari partai dan warga lainnya.

Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Spica A. Tutuhatunewa mengatakan sangat puas dengan proses pemilihan umum di negara bagian Victoria dan Tasmania.

"Kita telah bekerja secara profesional, teman-teman PPLN, KPPSLN, Panwaslu, KJRI semua menjaga agar suasana tetap rukun dan bersaudara," ujarnya kepada ABC Indonesia.

Ia juga memuji netralitas mereka yang telah bekerja di lapangan selama pemilu berlangsung serta minat beberapa warga yang ikut hadir memantau penghitungan suara.

Banyak diantara mereka yang bertugas di TPS mengatakan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk ikut menjadi bagian dari pemilihan umum.

Meski ia merasa senang melihat tingginya antusias warga Indonesia yang telah hadir saat pencoblosan, Spica berharap di pemilu selanjutnya masyarakat mengikuti himbauan PPLN untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih.

Sebelumnya, PPLN dan KJRI Melbourne telah memberikan waktu setahun untuk warga Indonesia mendaftarkan diri sebagai pemilih tetap.

"Ruang perbaikannya adalah masyarakat untuk mendaftar diri sebagai pemilih tetap dan jangan datang begitu saja ke KJRI," ujarnya.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini