Kronologi Diplomat Indonesia Tewas Akibat Ditembak di Peru, Diduga karena Aksi Balas Dendam
Zetro Leonardo Purba meninggal dunia akibat tembakan pada usia 40 tahun.
Peristiwa penembakan yang menimpa seorang diplomat Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, menarik perhatian masyarakat luas. Menurut laporan dari Infobae, Zetro Leonardo Purba tewas akibat tembakan pada hari Senin (1/9), saat ia dan istrinya hendak pulang ke rumah mereka di Avenida Cesar Vallejo, Distrik Lince.
Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor menyerang mereka dan menembak Zetro sebanyak tiga kali. Meskipun korban segera dilarikan ke Klinik Javier Prado, tim medis tidak berhasil menyelamatkan hidupnya karena luka-luka yang dideritanya terlalu parah.
Setelah insiden tersebut, petugas dari Kepolisian Nasional Peru (PNP) langsung tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan.
"Ini adalah kejahatan pertama dengan modus sicariato (pembunuhan bayaran) yang terjadi tahun ini di Distrik Lince. Motif di balik serangan ini masih belum jelas," ungkap Komisaris PNP Lince, Daniel Eleodoro Guivar Zumaeta, saat diwawancarai oleh TVPer Noticias.
"Ada kemungkinan bahwa ini merupakan aksi balas dendam. Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi pelaku. Berdasarkan rekaman dari kamera keamanan, tampaknya mereka adalah orang asing," tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Operasi Pengepungan (Plan Cerco) segera dilaksanakan untuk melibatkan wilayah lain dalam upaya mengejar para pelaku.
Sementara itu, personel dari kantor polisi Lince bekerja sama dengan Unit Investigasi Kriminal (SEINCRI) PNP untuk memeriksa tempat kejadian perkara.
Ditembak Ketika Sedang Bersepeda
Berdasarkan informasi dari penduduk setempat, Zetro telah tiba di Peru sekitar lima bulan yang lalu. Sejak kedatangannya, dia tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah apartemen yang terletak di blok 3 Avenida Cesar Vallejo.
Warga juga menyatakan bahwa Purba biasa menggunakan sepeda untuk berangkat dan pulang dari kedutaan besar di San Isidro ke rumahnya. Pada saat kejadian tragis, dia sedang mengendarai sepeda.
"Sepertinya dia sudah diintai, mereka menunggu kedatangannya. Diplomat asing itu datang dari arah Avenida Arequipa menuju kondominiumnya. Begitu dia dihadang, langsung ditembak tiga kali, salah satunya mengenai kepala yang membuatnya meninggal," demikian menurut penjelasan komisaris kepada media.
Istri korban yang menunggu di pintu masuk gedung tidak mengalami luka. Saat ini, dia dan anggota keluarganya berada di bawah pengawasan polisi untuk memastikan keselamatan mereka.
Tanggapan Menteri Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tragis yang menimpa Zetro.
"Saya sangat berduka atas berpulangnya Sdr. Zetro Leonardo Purba, Penata Kanselerai KBRI Lima, Peru. Doa saya pribadi beserta keluarga besar Kementerian Luar Negeri menyertai istri, anak-anak dan keluarga besar almarhum," tulis Menlu Sugiono melalui akun media sosial X.
Menlu Sugiono juga berharap agar almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Dalam sebuah unggahan terpisah, Menlu Sugiono terlihat sedang berkomunikasi dengan Menlu Peru, Elmer Schialer.
"Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Peru, Elmer Schialer (@CancilleriaPeru), untuk menyampaikan permintaan Indonesia agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait wafatnya rekan kami, Bapak Zetro Leonardo Purba (@kbrilima). Kami percaya bahwa Peru akan memastikan perlindungan terbaik bagi staf kedutaan, keluarga, serta warga negara kami di Peru," tulis Menlu Sugiono.