Jakarta, 11 September – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menaruh kepercayaan penuh pada pemerintah Peru untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Zetro Leonardo Purba. Purba adalah seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima yang meninggal dunia secara tragis saat menjalankan tugas konsuler. Insiden memilukan ini telah menjadi perhatian serius bagi Kemenlu RI serta seluruh bangsa Indonesia, menimbulkan duka mendalam dan pertanyaan besar.
Menteri Luar Negeri Sugiono secara langsung mengungkapkan keyakinannya ini kepada Duta Besar Peru untuk Indonesia, Luis Tsuboyama, dalam sebuah acara tabur bunga yang digelar di kantor Kemenlu RI di Jakarta. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mendiang Purba sebelum prosesi pemakamannya. Dalam kesempatan itu, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Peru telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menangani kasus ini sejak awal.
Zetro Leonardo Purba, yang menjabat sebagai staf junior kanselir, tewas ditembak oleh penyerang tak dikenal di dekat kediamannya di Lince, Lima, pada tanggal 1 September lalu. Kematiannya yang terjadi saat bertugas ini menimbulkan duka mendalam di kalangan korps diplomatik. Pihak berwenang Peru segera merespons dengan membuka penyelidikan dan melakukan autopsi pada 2 September, sebagai langkah awal untuk mengungkap fakta di balik insiden tragis ini.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Peru dalam Penyelidikan Kasus Pembunuhan Diplomat Indonesia
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas respons cepat dan komitmen pemerintah Peru untuk menyeret para pelaku ke meja hukum. Dalam pernyataannya yang tegas, Sugiono menegaskan, "Kami percaya dan percaya pemerintah Peru akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini." Pernyataan ini disampaikan di hadapan Duta Besar Peru, Luis Tsuboyama, yang turut hadir dalam acara penghormatan tersebut, menandakan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antara kedua negara.
Selain itu, Sugiono juga secara khusus memuji langkah-langkah lanjutan yang telah diambil oleh Peru untuk meningkatkan jaminan keamanan bagi para diplomat Indonesia yang bertugas di sana. Tindakan proaktif ini menunjukkan keseriusan pemerintah Peru dalam menjaga hubungan diplomatik yang harmonis serta memastikan keselamatan perwakilan negara lain di wilayahnya. Perlindungan diplomat merupakan prinsip fundamental dalam hukum internasional yang harus selalu dijunjung tinggi.
Pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sangat berharap agar kasus pembunuhan ini dapat segera terungkap secara transparan dan memberikan kejelasan penuh bagi keluarga korban. "Kami semua berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak meninggalkan keraguan bagi keluarga yang berduka," tambah Sugiono. Kejelasan ini sangat penting tidak hanya untuk memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan tanpa celah.
Advertisement
Advertisement
Repatriasi Jenazah dan Penghormatan Terakhir untuk Zetro Leonardo Purba
Jenazah Zetro Leonardo Purba tiba di Jakarta pada tanggal 9 September, beberapa hari setelah insiden penembakan tragis yang merenggut nyawanya di Lima. Setibanya di tanah air, peti jenazah langsung dibawa menuju Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto untuk proses identifikasi dan persiapan lebih lanjut. Proses repatriasi ini merupakan bagian dari upaya maksimal pemerintah Indonesia untuk memulangkan warganya yang meninggal dunia di luar negeri, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan insiden kriminal.
Menteri Sugiono juga secara khusus memberikan pujian kepada Duta Besar Indonesia untuk Peru, Ricky Suhendar, atas bantuan cepat dan sigapnya kepada keluarga Purba. Bantuan ini telah diberikan secara komprehensif, mulai dari saat insiden penembakan pada 1 September hingga tuntasnya proses repatriasi jenazah. Dukungan penuh semacam ini sangat vital bagi keluarga korban dalam menghadapi masa-masa sulit dan penuh duka.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan belasungkawa, Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan acara tabur bunga pada Kamis, 11 September, sebelum prosesi pemakaman mendiang. Acara yang penuh haru ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Arrmanatha Nasir dan Arif Havas Oegroseno, serta sejumlah pejabat senior kementerian dan rekan-rekan kerja Purba. Zetro Leonardo Purba akhirnya dimakamkan di pemakaman Sari Mulya, Tangerang Selatan, Banten, meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga, kolega, dan bangsa Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews