Misteri Kematian Dokter Internship, Pintu Apartemen Masih Terkunci dari Dalam

Hingga kini, penyidik baru memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Misteri Kematian Dokter Internship, Pintu Apartemen Masih Terkunci dari Dalam
Kondisi Apartemen Kalibata City pasca-terkuaknya kasus prostitusi online di lingkungan tersebut., Jakarta, Senin (27/4/2015). Polda Metro Jaya berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Polisi masih menyelidiki kasus meninggalnya dokter internship berinisial dr. SZM yang diduga melompat dari lantai 18 Apartemen Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Hingga kini, penyidik baru memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan penyidik belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Berbagai kemungkinan masih didalami dalam proses penyelidikan.

“Untuk pemeriksaan baru pemeriksaan saksi-saksi saja. Saksi yang ada di TKP, termasuk keamanan yang ada di sana. Jadi apa indikasi ini, entah ada faktor hal-hal yang lainnya, itu masih dalam proses penyelidikan,” kata Mansur saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Selain memeriksa saksi, polisi juga belum bisa memasuki unit apartemen korban di lantai 18 karena pintunya masih terkunci dari dalam. Akibatnya, pemeriksaan di dalam unit belum dapat dilakukan.

“Belum. Karena kuncinya itu ada di dalam gantung dan di-slot dari dalam juga,” kata Mansur.

Menurut Mansur, pintu apartemen diduga menggunakan pengaman tambahan berupa slot manual dari sisi dalam sehingga tidak dapat dibuka dari luar.

Sementara itu, jenazah korban telah dipulangkan ke Makassar untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Sebelum diberangkatkan, korban hanya menjalani autopsi luar atau visum luar di rumah sakit.

“Sudah diautopsi luar saja, divisum luar, lalu langsung dibawa terbang ke Makassar,” ujar Mansur.

Korban Tinggal Bersama Sang Ibu

Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 18 Apartemen Kalibata pada Minggu, 26 Juli 2026. Korban tinggal bersama ibunya di apartemen tersebut.

Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban pergi ke mal. Namun ajakan itu ditolak. Korban memilih tetap berada di apartemen.

“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” kata Mansur.

Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.

“Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.

Mansur mengatakan, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab Nekat Lompat Masih Misteri

Menurut Mansur, penyidik masih membuka kemungkinan mendalami berbagai faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

“Tetap kami dalami apa penyebabnya, kok bisa dengan senekat itu lompat dari lantai 18,” ujarnya.

Polisi juga masih berupaya membuka unit apartemen korban untuk melakukan pemeriksaan. Namun proses itu belum dilakukan karena pintu terkunci dari dalam. Selain itu, penyidik masih menunggu persetujuan keluarga.

"Kalau kita mau membuka dengan cara paksa untuk jebol, nah saat ini kita belum berani, security pun juga belum berani, masih menunggu keluarga. Karena kan faktanya jelas, artinya ini kan apa, pihak keluarga belum ada yang bisa kita mintain keterangan, makanya kita belum berani," ujar dia.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Rekomendasi