Menag Ungkap Alasan Bentuk Ditjen Pesantren, Anggaran 42 Ribu Ponpes jadi Sorotan

Menag mengatakan Ditjen Pesantren menjadi langkah baru pemerintah untuk memperkuat posisi pesantren.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Menag Ungkap Alasan Bentuk Ditjen Pesantren, Anggaran 42 Ribu Ponpes jadi Sorotan
42 Ribu Pesantren Belum Dapat Anggaran Seimbang, Kemenag Bentuk Dirjen Pesantren

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut sekitar 42 ribu pondok pesantren di Indonesia selama ini belum mendapatkan anggaran yang sepadan dengan pendidikan formal.

Pemerintah akan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap pesantren.

“Insyaallah, kita akan melakukan perayaan Hari Santri tanggal 22 Oktober. Karena kita punya dirjen baru dan kita juga punya Kepres baru,” kata Nasaruddin usai rapat Komisi VIII DPR RI, Selasa (22/9/2026).

Nasaruddin mengatakan keberadaan Ditjen Pesantren menjadi langkah baru pemerintah untuk memperkuat posisi pesantren.

Ia berharap pembentukan direktorat jenderal tersebut dapat meningkatkan dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan pesantren.

“Selama ini kan pondok pesantren ada 42.000 pondok pesantren kurang mendapatkan anggaran yang serasi dengan pendidikan formal. Padahal itu juga anak bangsa,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, pesantren memiliki kekhasan dalam pendidikan keislaman di Indonesia. Karena itu, penguatan pesantren juga dinilai penting dalam membangun karakter dan moralitas bangsa.

“Dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren ini, maka pondok pesantren diharapkan akan lebih baik,” katanya.

 

Dukungan Prabowo

Nasaruddin mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren dan menunjuk Basnang Said sebagai dirjen.

Ia berharap struktur baru tersebut dapat memperkuat kontribusi pesantren dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.

“Kontribusi pondok pesantren itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan karakter dan moralitas bangsa yang sekarang banyak godaannya,” ujar Nasaruddin.

Rekomendasi