Bentrok pemuda di Jalan Opu Daeng Risaju, Kota Makassar menyebabkan seorang anggota Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Aipda Heru mengalami patah tulang. Sebelumnya, Aipda Heru bermaksud membubarkan bentrokan pemuda tersebut, namun menjadi sasaran pembusuran.
"Satu anggota mengalami luka saat membubarkan sekelompok remaja yang diduga terlibat aksi tawuran. Aipda Heru mengalami patah tulang dan mendapatkan perawatan di rumah sakit," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Jafar Achmad, Selasa (22/9).
Advertisement
Kronologi
Jafar menceritakan kronologi berawal saat Aipda Heru bersama anggota lainnya ke lokasi tawuran di Jalan Opu dg Siraju. Saat hendak dibubarkan, para pemuda melawan dan menyerang petugas dengan melepaskan anak panah busur ke arah petugas.
"Aipda Heru sempat menghindari busur dari arah remaja yang melakukan tawuran. Tapi karena saat itu Aipda Heru menggunakan motor sehingga terjatuh," kata dia.
Akibatnya, tangan kanan mengalami patah tulang. Aipda Heru kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.
"Saat itu tiga orang remaja yang terlibat tawuran kita tangkap. Ketiganya kita serahkan ke Polsek Mariso untuk diperiiksa," kata Jafar.
Polisi masih mendalami peran ketiga remaja yang ditangkap saat tawuran tersebut. Kini ketiga remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan.
"Dari lokasi kejadian, turut diamankan mengamankan barang bukti berupa tiga anak panah busur dan satu unit sepeda motor Kawasaki KLX warna hitam tanpa nomor polisi," kata dia.