Anggota parlemen Prancis, Raphael Glucksmann, baru-baru ini melontarkan pernyataan kontroversial yang mengejutkan dunia. Ia menyerukan agar Amerika Serikat mengembalikan Patung Liberty kepada Prancis. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggapnya bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi yang selama ini dilambangkan oleh ikon Amerika tersebut. Permintaan mengembalikan Patung Liberty ini disampaikan Glucksmann dalam sebuah konvensi partai politiknya, Place Publique.
Kritikan Glucksmann terhadap pemerintahan Trump mencakup berbagai hal, mulai dari kebijakan imigrasi yang dianggap keras, pemotongan anggaran penelitian yang mengakibatkan pemecatan para ilmuwan, hingga sikap yang dinilai kurang mendukung Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump telah menyimpang dari nilai-nilai yang diwakili oleh Patung Liberty, sebuah hadiah dari Prancis yang diberikan pada tahun 1886 untuk merayakan seabad kemerdekaan Amerika Serikat.
"Kembalikan Patung Liberty kepada kami," kata politisi Raphael Glucksmann pada sebuah konvensi, dikutip dari laman France24, Senin (17/3/2025). "Kami memberikannya kepada Anda sebagai hadiah, tetapi tampaknya Anda membencinya. Jadi, patung itu akan baik-baik saja di sini, di rumah," lanjut Glucksmann, menekankan ketidaksetujuannya terhadap arah pemerintahan Trump.
Advertisement
Tuduhan Pengabaian Nilai-Nilai Kebebasan
Glucksmann secara spesifik mengkritik kebijakan imigrasi Trump yang dianggapnya represif dan tidak manusiawi. Ia juga menyoroti pemotongan anggaran untuk penelitian ilmiah, termasuk penelitian iklim dan gender, yang berujung pada pemecatan sejumlah ilmuwan. Hal ini, menurutnya, merupakan bukti nyata pengabaian terhadap kebebasan akademik dan ilmiah, nilai-nilai yang seharusnya dihormati oleh negara yang menjunjung tinggi demokrasi.
Lebih lanjut, Glucksmann mengecam sikap pemerintahan Trump terhadap konflik di Ukraina, yang dianggapnya kurang tegas dalam mendukung Ukraina melawan agresi Rusia. Ia melihat sikap ini sebagai pertanda melemahnya komitmen Amerika Serikat terhadap perdamaian dan keadilan internasional.
Sebagai bentuk protes simbolis, Glucksmann bahkan menawarkan agar Prancis menerima kembali para ilmuwan Amerika yang dipecat karena menuntut kebebasan ilmiah. Tindakan ini menunjukkan betapa seriusnya ia memandang pelanggaran nilai-nilai kebebasan dan demokrasi di Amerika Serikat.
Advertisement
Patung Liberty: Simbol Sejarah dan Peringatan
Patung Liberty, yang diresmikan di pelabuhan Kota New York pada 28 Oktober 1886, merupakan simbol penting dalam sejarah hubungan Prancis-Amerika. Dibuat oleh Auguste Bartholdi, seorang warga negara Prancis, patung ini merupakan hadiah dari Prancis untuk memperingati seratus tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Patung ini selama ini diartikan sebagai representasi universal dari kebebasan, demokrasi, dan kesempatan. Namun, permintaan Glucksmann untuk mengembalikannya menunjukkan adanya perdebatan mengenai apakah Amerika Serikat masih layak untuk menyimpan simbol penting tersebut.
Perlu dicatat bahwa permintaan Glucksmann ini bersifat simbolis dan kemungkinan kecil akan dikabulkan oleh Amerika Serikat. Namun, permintaan ini tetap menyoroti kekhawatiran yang berkembang di kalangan internasional mengenai arah politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dan implikasinya terhadap nilai-nilai universal yang selama ini dianut oleh negara tersebut.
Meskipun bersifat simbolis, permintaan ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang bagaimana sebuah negara menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai yang diwakilinya, serta bagaimana simbol-simbol nasional dapat menjadi cerminan dari identitas dan komitmen suatu bangsa.