Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) hari ini mengatakan, Polandia melaporkan beberapa wabah flu burung H5N1 yang sangat menular di peternakan dengan total hampir 650.000 unggas.
Polandia merupakan produsen unggas terbesar di Uni Eropa.
Lima wabah, empat di antaranya di peternakan penggemukan kalkun dan satu di peternakan ayam broiler, ditemukan di bagian timur negara itu sementara yang lain ditemukan di peternakan kalkun dan angsa di bagian barat negara itu, kata OIE, mengutip laporan dari otoritas Polandia.
Flu burung paling sering menyebar dari satu negara ke negara lain melalui migrasi burung liar. Wabah ini menyebar cepat di Eropa hingga menimbulkan kekhawatiran di industri unggas setelah wabah sebelumnya menyebabkan pemusnahan puluhan juta unggas dan pembatasan perdagangan internasional.
Pemerintah Prancis Jumat lalu mengumumkan keadaan siaga tinggi untuk flu burung.
Dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa (9/11), hal ini terjadi setelah otoritas Belanda bulan lalu juga memerintahkan peternakan komersial untuk menyimpan semua ternak di dalam ruangan setelah flu burung dilaporkan di sebuah peternakan.
Sementara itu, di Inggris wabah flu burung H5 yang sangat menular dilaporkan terjadi di unit unggas kecil di Inggris tengah kemarin. Inggris pekan lalu mendeklarasikan Zona Pencegahan Flu Burung nasional dan memerintahkan peternakan dan pemelihara burung untuk memperketat tindakan biosekuriti.
Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma