Tiga Dekade Berkarya, Sheila on 7 Hadiahkan Lagu Sederhana untuk Penggemar
Sheila on 7 merayakan tiga dekade perjalanan musiknya di Indonesia dengan meluncurkan lagu baru berjudul "Sederhana." Proses mixing dan mastering.
Sheila on 7 kembali menyapa pendengar setia mereka dengan merilis lagu baru berjudul Sederhana. Lagu ini terasa spesial karena diluncurkan tepat pada perayaan 30 tahun perjalanan karier mereka. Vokalis Sheila on 7, Akhdiyat Duta Modjo, mengungkapkan bahwa kehadiran lagu ini merupakan bentuk apresiasi kepada para penggemar yang dikenal dengan sebutan Sheila Gank.
Duta juga menjelaskan bahwa proses pembuatan lagu ini sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. "Lagu ini dibuat berbarengan dengan lagu 'Memori Baik' di tahun 2024," kata Duta dalam konferensi pers yang diadakan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Mengenai proses kreatifnya, lagu "Sederhana" ditulis oleh gitaris mereka, Eross Candra, dan kemudian dikembangkan bersama para personel lainnya. Duta menjelaskan bahwa sentuhan akhir dari dirinya dan Adam Subarkah memberikan warna musik yang khas dan mencerminkan karakter Sheila on 7. Eross Candra juga menambahkan bahwa inspirasi di balik karya ini berasal dari kegelisahan pribadinya ketika melihat fenomena sosial yang ada. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat membedakan antara keinginan yang tak terbatas dengan kebutuhan yang sebenarnya.
"Pesan dari lagu ini, kami ingin mengajak semua orang untuk hidup sesuai dengan porsinya dan tetap bisa bahagia," ungkap Eross Candra. Proses produksi lagu "Sederhana" dilakukan di luar negeri, di mana Sheila on 7 melakukan sesi rekaman di Osaka, Jepang, bersamaan dengan jadwal produksi lagu sebelumnya.
Sheila On 7 tetap memberikan nuansa lokal
Meskipun proses rekaman berlangsung di Jepang, Sheila On 7 tetap memberikan nuansa lokal untuk meningkatkan kualitas akhir dari karya mereka. Duta menjelaskan bahwa tahap akhir produksi musik mereka tetap dilakukan di Yogyakarta agar kualitas suara yang dihasilkan sesuai dengan harapan.
"Mastering dan mixing kami lakukan di Yogyakarta yang kemudian kami rilis. Jadi walaupun direkam secara live di Jepang, lagu ini tetap disempurnakan di Indonesia," jelas Duta. Dengan cara ini, mereka berhasil menggabungkan elemen internasional dengan sentuhan lokal yang khas, memastikan bahwa hasil akhirnya tetap berakar pada budaya Indonesia.
Beli banyak gitar
Duta mengakui bahwa pesan dalam lagu tersebut bukan hanya sekadar teori bagi orang lain, tetapi juga mencerminkan kehidupan mereka sendiri. Menurutnya, menyelaraskan antara gaya hidup dan kebutuhan adalah perjuangan yang terus dilakukan oleh seluruh personel band.
"Berbeda dengan Eross yang mungkin jarang membeli pakaian, tetapi lebih memilih untuk membeli banyak gitar karena kebutuhan musiknya. Kami juga pernah merasakan melakukan gaya hidup ala artis terkenal. Namun, seiring berjalannya waktu, kami menyadari pentingnya menjalani hidup sesuai dengan kebutuhan saja," tuturnya.
Hiduplah sesuai dengan kebutuhan
Duta berharap bahwa lagu "Sederhana" dapat berfungsi sebagai pengingat bagi setiap pendengar untuk tetap membumi di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk dunia. Kebahagiaan sejati, menurutnya, tidak selalu bersumber dari kemewahan yang dimiliki, melainkan dari kemampuan kita untuk merasa cukup dengan apa yang ada.
"Jadi ya pesannya harus bisa menjalani hidup ini sesuai kebutuhan," ucap Duta. Dengan demikian, lagu ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan mendorong orang untuk menghargai hal-hal sederhana dalam hidup mereka.
Melalui lagu ini, Duta ingin menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesederhanaan dan kepuasan atas apa yang kita miliki. Dalam dunia yang seringkali terjebak dalam materialisme, penting untuk diingat bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi lebih kepada bagaimana kita menjalani hidup dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
"Sederhana" bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah pesan moral yang mengajak kita untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan yang lebih mendalam.