Aktor Dimas Aditya Ungkap Alasan Ingin Pensiun di Usia 45 Tahun 'Gue Punya Penyakit Saraf, Gerd ada'
Walaupun belum menjelaskan rencana secara rinci setelah pensiun, Dimas percaya bahwa keputusan ini adalah yang paling baik untuk dirinya dan keluarganya.
Aktor Dimas Aditya mengungkapkan niatnya untuk pensiun dari dunia akting saat mencapai usia 45 tahun. Rencana ini telah dipikirkan dengan serius, terutama setelah mengalami beberapa masalah kesehatan.
"Jadi sebenarnya 10 tahun lalu gua ketemu pemain senior, gua gak tahu semoga dia masih sehat. Tapi dia bilang harus punya plan untuk ini, karena ini gak bisa jadi seterusnya, kalau untuk badan kasihan. Baru kepikiran pas gua sakit," tutur Dimas Aditya di XXI Bekasi, pada Sabtu (4/1/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa rasa lelah akibat bekerja di industri film menjadi salah satu faktor utama yang mendorongnya untuk pensiun. Proses syuting yang sering berlanjut hingga larut malam dirasa sangat melelahkan, terutama saat usianya mendekati kepala empat.
"Gue gak bisa, capek banget. Kayak capek aja," tambah Dimas.
Masalah Kesehatan
Masalah kesehatan yang dialami Dimas menjadi pengingat penting baginya untuk lebih memperhatikan pola hidupnya. Ia pernah dirawat di rumah sakit akibat akumulasi dari gaya hidup yang tidak sehat selama bertahun-tahun.
"Ya ternyata kayak akumulasi dari gaya dan pola hidup. Mungkin syuting yang selalu sampai pagi, terus gue yang gak jaga makan, dan juga pulang dari syuting tidurnya asal-asalan. Baru terasa sekarang," ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, ia harus menjalani perawatan medis hingga ke Malaysia. Di sana, Dimas mendapatkan perawatan intensif untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatannya. Penyakit yang dideritanya, seperti gangguan saraf, GERD, dan kecemasan, menjadi fokus utama dalam proses penyembuhan yang dijalaninya.
"Gue punya penyakit saraf, GERD ada, berkembang lagi ke anxiety, macem-macem. Tapi masih satu benang, sih, anxiety bisa ke GERD, jadi ke mana-mana," jelasnya.
Pengobatan Konvensional dengan Terapi Alternatif
Dimas mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan terapi alternatif untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Salah satu teknik yang ia coba adalah akupunktur, yang ia anggap memberikan efek positif bagi kesehatannya. "Sempar macam-macam, akupuntur membawa dampak positif sih. Gue combine antara medis dan alternatif, tapi sesuai anjuran dokter juga," katanya.
Setelah melalui berbagai pengalaman, keputusan Dimas untuk pensiun pada usia 45 tahun semakin mantap. Ia menyadari betapa pentingnya memiliki rencana jangka panjang demi menjaga keseimbangan hidup, terutama untuk kesehatan fisiknya.
"Rencananya begitu, 45 (tahun, pensiun) lah," ujar Dimas dengan singkat.
Pola hidup yang sehat
Dimas kini berusaha menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan rutin berolahraga. Meskipun awalnya ia merasa malas untuk memulai aktivitas fisik, pengalaman sakit yang dialaminya menjadi pendorong untuk melakukan perubahan.
“Karena kemarin gue sempat sakit. Jadi sakit dan gue beruntung waktu proses syuting yang lain akhirnya gue berpikir gue masih sama kayak 10 tahun yang lalu,” ungkapnya.
“Ternyata memang umur gak bisa bohong, sudah mau masuk kepala empat jadi gue harus coba mencari cara agar lebih baik lagi dan makan yang sehat-sehat,” tambahnya.
Walaupun Dimas belum menjelaskan rencana rinci setelah pensiun, ia meyakini bahwa keputusan ini adalah yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah mendukungnya selama ini, terutama kepada istrinya, Tika Bravani, yang selalu berada di sampingnya.
“Bawel banget. Tapi ya itu yang bikin gue akhirnya lebih peduli sama kesehatan,” tutup Dimas. Dengan komitmen yang kuat, Dimas berharap dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan dirinya di masa depan.