Hari Raya Galungan merupakan salah satu perayaan suci yang sangat berarti bagi umat Hindu, dan akan dirayakan kembali pada bulan November 2025.
Perayaan ini selalu dinanti-nantikan dengan penuh suka cita dan memiliki tradisi yang kuat. Sejumlah selebriti dari Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam perayaan ini. Beberapa artis merayakan Galungan 2025 dengan cara yang unik dan sarat makna. Mereka mengenakan kebaya Bali yang anggun dan tradisional, serta busana kasual saat merayakannya di luar Pulau Dewata, seperti yang dilakukan oleh Antonio Blanco yang merayakan di lokasi syuting.
Di sisi lain, kebersamaan dengan keluarga dan kekhusyukan dalam momen sakral ini juga dirasakan oleh artis senior seperti Happy Salma dan Diah Permatasari yang merayakannya dengan penuh sukacita. Keduanya tampil menawan dengan kebaya Bali berwarna putih.
Berikut ulasannya gaya artis rayakan Galungan 2025.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kapan Hari Raya Galungan 2025 dirayakan?
Hari Raya Galungan pada tahun 2025 akan dirayakan sebanyak dua kali, yaitu pada Rabu, 23 April 2025 dan Rabu, 19 November 2025. Perayaan ini merupakan momen penting dalam kalender Hindu yang diperingati oleh umatnya.
Siapa saja artis yang merayakan Galungan pada April 2025?
Beberapa artis yang akan merayakan Galungan pada bulan April 2025 adalah Happy Salma, Maharani Kemala, Ajun Perwira, Laura Theux, dan Erdin Werdrayana. Kehadiran mereka dalam perayaan ini menunjukkan dukungan terhadap tradisi dan budaya Hindu.
Artis mana saja yang merayakan Galungan November 2025?
Di bulan November 2025, artis yang turut merayakan Galungan antara lain Diah Permatasari, Happy Salma, Oka Antara, Antonio Blanco, Laura Theux, Jennifer Bachdim, dan Sarah Menzel. Partisipasi mereka dalam perayaan ini mencerminkan kecintaan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya.
Apa makna Hari Raya Galungan bagi umat Hindu?
Hari Raya Galungan memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu, yaitu melambangkan kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan). Perayaan ini menjadi pengingat bagi umat untuk selalu berpegang pada kebenaran dan menjalani hidup dengan penuh integritas.