YLKI Duga Kuat Adanya Kartel Maskapai Tentukan Harga Tiket Pesawat

Jumat, 25 Januari 2019 16:37 Reporter : Wilfridus Setu Embu
YLKI Duga Kuat Adanya Kartel Maskapai Tentukan Harga Tiket Pesawat Lion Air. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung upaya Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU untuk membongkar dugaan kartel harga tiket pesawat di industri penerbangan Indonesia.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi juga menduga adanya praktik kartel atau price-fixing. "Saya kira dugaan itu sah dan cukup absah," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (25/1).

Dugaan adanya kartel tersebut menguat ketika industri penerbangan secara bersama-sama melakukan konferensi pers terkait penurunan harga tiket beberapa waktu lalu. "Pertama itu bisa ditenggarai dengan mereka jumpa pers bersama menurunkan bersama berarti ada dugaan itu," ujarnya.

"Sebenarnya dalam dunia usaha, itu kan tabu masing-masing bicara soal tarif masing-masing bicara soal area bisnisnya dan tabu bicara soal struktur cost-nya, tapi kenapa mereka bicara itu bersama. Ini kan aneh bin ajaib. Artinya dugaan terhadap praktik tidak sehat itu sangat tinggi," imbuhnya.

Menurut dia, meskipun kenaikan tarif yang dilakukan belum menyentuh tarif batas atas (TBA), tapi aksi 'konferensi pers bersama' dapat saja menimbulkan kesan negatif. "Walaupun mereka belum menyundul tarif batas atas atau TBA. Menyundul atau tidak fenomena ke arah sana sangat besar. Sebenarnya mereka melakukan jumpa pers bersama itu suatu blunder karena tidak boleh bicara tarif secara bersama-sama itu," tegasnya.

Meskipun demikian, Tulus mengatakan bahwa hasil final tentu berada di tangan KPPU yang saat ini sedang menyelidiki dugaan tersebut.

"Saya kira nanti kompetensi KPPU untuk itu. Tapi kita menduga memang itu itu ada kartel atau oligopoli, karena dua lini Perusahaan besar memutuskan tarif secara bersama-sama," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini