TOURISE Resmi Diluncurkan, Inisiatif Arab Saudi Bangun Ekosistem Pariwisata Global
Platform ini dirancang sebagai forum kolaborasi internasional lintas sektor.
Pemerintah Arab Saudi secara resmi meluncurkan platform global baru bernama TOURISE pada 22 Mei 2025. Platform ini dirancang sebagai forum kolaborasi internasional lintas sektor dalam rangka merumuskan arah pembangunan sektor pariwisata untuk 50 tahun ke depan.
Peluncuran dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arab Saudi, Yang Mulia Ahmed Al-Khateeb, yang juga menjabat sebagai Ketua TOURISE, secara daring. Platform ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan pembentukan kebijakan strategis antara pelaku industri dari sektor publik dan swasta di bidang pariwisata, teknologi, investasi, keberlanjutan, dan budaya.
Dalam pernyataan resmi, Ahmed mengatakan bahwa TOURISE akan menjadi sarana bagi pengembangan kebijakan, pembuatan makalah putih, penyusunan indeks global pariwisata, serta kolaborasi digital dan tematik antarnegara. Agenda ini juga melibatkan organisasi internasional seperti UN Tourism dan World Travel & Tourism Council (WTTC).
"Pariwisata adalah kekuatan penggerak ekonomi global yang mendukung satu dari sepuluh pekerjaan di dunia. Namun, seiring dengan perkembangan dunia, sektor ini pun harus ikut bertransformasi," ujar Ahmed dikutip pada Minggu (25/5).
Merujuk analisis World Travel & Tourism Council (WTTC), tahun ini sektor pariwisata menunjukkan pemulihan yang kuat, dengan kontribusi yang diperkirakan mencapai USD11,7 triliun (setara dengan Rp175.500 triliun) terhadap ekonomi global, atau 10,3% dari PDB dunia. Namun, tantangan seperti dinamika pasar yang terus berubah, preferensi wisatawan yang berkembang, dan keterbatasan kapasitas tetap menjadi hambatan bagi kelangsungan kemajuan.
Julia Simpson, Presiden & CEO WTTC sekaligus anggota Dewan Penasihat TOURISE, yang turut meluncurkan TOURISE bersama Menteri Pariwisata, mengutarakan rasa senang karena menjadi bagian dari inisiatif global dan melanjutkan kolaborasi jangka panjang di seluruh ekosistem pariwisata.
"Untuk mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan dan mencapai potensi maksimalnya, sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci keberhasilan. Bersama, kita dapat mengatasi tantangan masa kini sekaligus membentuk masa depan pariwisata yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.”
TOURISE didukung oleh dewan penasihat internasional yang diketuai oleh Yang Mulia Menteri Pariwisata, serta beranggotakan para pemimpin global dari berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan daring, operator tur, perhotelan, hingga media dan hiburan. Beberapa tokoh terkemuka yang terlibat antara lain: Mario Enzesberger, Pendiri dan CEO Liberty International Tourism Group; Mo Gawdat, Pendiri One Billion Happy; Stephane Lefebvre, Presiden Cirque du Soleil Entertainment Group; Luis Maroto, CEO Amadeus; Julia Simpson, CEO WTTC; dan Thomas Woldbye, CEO Bandara Heathrow.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana TOURISE dijadwalkan berlangsung di Riyadh pada 11–13 November 2025, dengan tema utama seputar teknologi kecerdasan buatan dalam pariwisata, model bisnis disruptif, pengalaman perjalanan, dan keberlanjutan. Acara tersebut akan menampilkan inovasi dari sektor publik dan swasta, termasuk UKM dan perusahaan besar.
Selain itu, TOURISE Awards juga diumumkan pada 22 Mei 2025. Program penghargaan ini akan memberikan apresiasi kepada destinasi dan organisasi dalam kategori keberlanjutan, transformasi digital, pelestarian budaya, dan pengembangan tenaga kerja. Nominasi dibuka pada 2 Juni 2025 dan pemenang akan diumumkan dalam KTT TOURISE.
Arab Saudi mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam sektor pariwisata dengan pencapaian 100 juta kunjungan pada 2024, tujuh tahun lebih awal dari target Visi 2030. Pariwisata kini menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua negara tersebut setelah sektor minyak.