Tahukah Anda? Evaluasi Dampak Karbon Investasi MKI dan Zeroe Dimulai dari Satu Mesin
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) menggandeng Zeroe untuk mengevaluasi dampak karbon investasi, menandai langkah revolusioner dalam dekarbonisasi industri. Bagaimana dampaknya terhadap target net-zero Indonesia?
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mengambil langkah strategis dalam upaya keberlanjutan. Perusahaan ini secara resmi menggandeng Zeroe, penyedia layanan sistematisasi keberlanjutan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak karbon dari setiap investasi belanja modal yang dilakukan oleh MKI. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menekan emisi gas rumah kaca dan mempercepat pencapaian target net-zero emission.
Langkah inovatif ini, yang diumumkan pada 24 Oktober di Jakarta, menandai perubahan paradigma signifikan dalam pengambilan keputusan investasi MKI. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi industri lain dalam mencapai tujuan keberlanjutan.
Perubahan Paradigma dalam Pengambilan Keputusan Investasi
Presiden Direktur MKI, Mirza Whibowo Soenarto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Zeroe mencerminkan perubahan fundamental dalam cara perusahaan mendekati investasi. Fokus kini tidak hanya pada aspek finansial, tetapi juga dampak lingkungan.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa dekarbonisasi tidak harus abstrak atau jauh, dekarbonisasi bisa dimulai dari satu mesin, satu pabrik, dan satu keputusan investasi yang diambil secara lebih bijak,” kata Mirza. Pernyataan ini menegaskan filosofi bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang terukur.
Melalui pilot project yang berlangsung selama satu bulan, MKI dan Zeroe telah melakukan estimasi inventarisasi gas rumah kaca tahun berjalan. Mereka juga menganalisis secara mendalam dampak karbon dari proyek investasi yang dievaluasi, memberikan data konkret untuk pengambilan keputusan.
Target Emisi dan Potensi Penghematan Signifikan
Hasil dari pilot project ini menunjukkan penetapan estimasi baseline emisi gas rumah kaca MKI untuk Scope 1 hingga Scope 3. Angka ini berada pada kisaran 11 ribu hingga 13 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e) per tahun.
Selain itu, evaluasi ini juga mencatat potensi penghematan emisi yang signifikan. MKI berpotensi menghemat hingga 663 tCO2e per tahun dari investasi yang telah dievaluasi, menunjukkan efektivitas pendekatan ini.
Mirza menegaskan bahwa data yang dihasilkan sudah siap untuk audit dan akan menjadi dasar penting dalam pemenuhan kewajiban perusahaan. Hal ini termasuk standar kepatuhan Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri, memperkuat posisi MKI sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.
“Dengan dukungan Zeroe, MKI kini memiliki baseline emisi yang akurat dan kerangka kerja untuk membimbing keputusan strategis yang menguntungkan operasional dan lingkungan perusahaan,” tambahnya, menekankan manfaat ganda dari kolaborasi ini.
Integrasi Data Lingkungan untuk Masa Depan Industri
Founder dan CEO Zeroe, Farouk Jivani, menyoroti kemitraan ini sebagai contoh konkret integrasi data lingkungan ke dalam keputusan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur dan mengelola dampak karbon secara lebih efektif.
“Kami membantu MKI mengaitkan pengelolaan emisi secara langsung ke perencanaan investasi, sebuah model yang dapat direplikasi di seluruh lanskap industri Indonesia,” ujar Farouk. Ini menunjukkan potensi besar untuk skala penerapan di sektor industri lainnya.
MKI berencana menggunakan hasil dari proyek kolaborasi ini untuk mengevaluasi kinerja dan menjadi panduan bagi inisiatif perusahaan berikutnya. Inisiatif tersebut akan mengintegrasikan pilar keberlanjutan dengan efisiensi operasional secara lebih komprehensif.
Kerja sama antara MKI dan Zeroe ini tidak hanya mendukung target net-zero perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target net-zero Indonesia 2060. Kolaborasi ini juga mempercepat realisasi Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Kementerian Perindustrian, menunjukkan dampak positif yang luas.
Sumber: AntaraNews