BPS Laporkan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47%, Sektor Konsumsi Jadi Penopang

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonnomi RI 5,47% yoy pada kuartal III 2026. Konsumsi rumah tangga jadi pendorong utama. Ini peran PMTB dan belanja pemerintah.

Tira Santia
Oleh Tira Santia- Reporter
BPS Laporkan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47%, Sektor Konsumsi Jadi Penopang
Dari sisi domestik, aktivitas konsumsi diperkirakan akan menguat pada 2024. Hal itu sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat, inflasi yang terkendali, dan meningkatnya penciptaan lapangan kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonnomi Indonesia mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal III 2026. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama yang menyangga kinerja perekonomian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyebut konsumsi rumah tangga memberikan dorongan terbesar terhadap pertumbuhan, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, serta konsumsi pemerintah.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan III 2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan 1,91 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 0,62 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Edy menjelaskan, menguatnya konsumsi rumah tangga sejalan dengan lonjakan mobilitas masyarakat. Dampaknya terlihat pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel yang tumbuh 6,59 persen, terdorong peningkatan konsumsi makanan jadi di rumah makan dan restoran. Adapun kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi naik 5,83 persen, mengikuti ramainya penyelenggaraan pertunjukan seni serta kegiatan olahraga.

Investasi dan MBG Menopang Pertumbuhan Ekonnomi

Di luar konsumsi masyarakat, komponen investasi (PMTB) turut menjadi pilar penting. Kinerja tertinggi datang dari subkomponen kendaraan yang meningkat 12,96 persen, mencakup kendaraan produksi dalam negeri maupun impor.

Pergerakan PMTB tersebut sejalan dengan data realisasi investasi yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang mencatat pertumbuhan 7,59 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah ikut menguat seiring berjalannya realisasi belanja negara di berbagai program.

"Pertumbuhan konsumsi pemerintah didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan ASN. Selain itu, ada kenaikan realisasi belanja barang dan jasa yang diserahkan langsung kepada masyarakat, di antaranya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG)," pungkas Edy.

Rekomendasi