Harga BBM di SPBU Shell Indonesia mengalami penyesuaian mulai Minggu, 1 November 2026. Untuk jenis Shell V-Power Diesel, harga ditetapkan Rp 27.620 per liter, naik Rp 2.200 dari posisi Rp 25.420 per liter pada 1 Oktober 2026.
"Harga yang tercantum mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku," tulis laman resmi Shell.
Penyesuaian ini muncul di tengah reli harga minyak dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026, yang ditutup di level tertinggi sejak akhir April. Penguatan terjadi saat pelaku pasar mengantisipasi potensi ketegangan terkait perang yang melibatkan Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS), serta insiden terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang menyoroti risiko pasokan.
Mengutip CNBC, Sabtu, 31 Oktober 2026, harga minyak Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir Jumat ditutup naik US$ 2,76 (2,4%) ke US$ 117,64 per barel setelah sempat menyentuh US$ 118. Sementara kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan naik US$ 2,63 ke US$ 113,43.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 2,12 atau 2,08% menjadi US$ 104,12 per barel. Sepanjang bulan tersebut, Brent naik 13,6% dan WTI bertambah 15,2%.
"Para pedagang akan tetap fokus pada arus minyak dari Timur Tengah serta kemungkinan eskalasi oleh pasukan AS dan sekutunya," ujar Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.
Pada Jumat, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang dipasang dari sebuah perahu kecil, menurut UKMTO, layanan keamanan maritim Inggris. Pihak yang bertanggung jawab belum diketahui. Jalur tersebut merupakan rute laut utama bagi pasokan minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.
Advertisement
Serangan ke Fasilitas Migas Arab Saudi
Menurut sumber-sumber maritim, ini merupakan serangan sukses pertama yang diketahui di jalur perairan tersebut dengan menggunakan limpet mine, bahan peledak yang ditempelkan pada lambung kapal dari perahu kecil, sejak konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai pada Februari.
Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Jumat menyatakan, pemerintah AS telah memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak bertugas dalam situasi darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, efektif mulai 23 Oktober.
Keputusan ini diambil karena adanya risiko keamanan, dengan merujuk pada serangan kelompok Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya. Kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan pada Kamis mereka telah menyerang beberapa lokasi di Arab Saudi, termasuk kilang minyak besar Ras Tanura, kilang Rabigh, dan fasilitas produksi di Abqaiq milik Saudi Aramco.
Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat sebuah rudal jelajah yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah wilayah barat kerajaan tersebut.
Advertisement
Prediksi Harga Minyak dan Harga BBM
Sementara itu, mediator dari Qatar kembali ke Teheran pada Jumat sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, ungkap seorang pejabat yang mengetahui perundingan tersebut kepada Reuters.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa Wakil Presiden JD Vance telah menghubungi Iran untuk membantu negara tersebut memperoleh pasokan medis, menyusul laporan media AS yang menyebutkan bahwa Vance telah menyurati pejabat keamanan tertinggi Teheran guna menghidupkan kembali pembicaraan damai.
Iran telah menerima surat dari Vance, tetapi belum memberikan tanggapan, lapor kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Kantor berita tersebut menambahkan, Teheran menginginkan AS untuk memenuhi persyaratan mereka, seraya menegaskan posisi apa pun yang bertentangan dengan kerangka kerja ini tidak dapat diterima.
Harga minyak berpotensi menjadi jauh lebih fluktuatif dalam beberapa minggu ke depan, dipengaruhi oleh pemilihan umum di Israel baru-baru ini serta pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, menurut laporan singkat dari Saxo Bank pada Kamis.
Bank asal Denmark tersebut memperkirakan harga minyak mentah akan berada pada kisaran yang lebih tinggi, yakni antara US$ 70 hingga US$ 90 per barel, bahkan setelah konflik berakhir dibandingkan dengan kisaran US$ 60 hingga US$ 70 per barel sebelum perang.
Advertisement
Ekspor Saudi Naik, Rig AS Bertambah, Pasokan Libya Terganggu
Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Oktober tercatat meningkat dibandingkan September, menurut dua dari tiga perusahaan pelacak kapal. Peningkatan ini terjadi di tengah serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk, serta klaim dari kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran mengenai serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.
Jumlah anjungan pengeboran minyak AS, yang menjadi indikator bagi tingkat produksi di masa depan, mengalami kenaikan sebanyak dua unit.
Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan Petroleum Supply Monthly yang dirilis Jumat menyatakan bahwa produksi minyak mentah AS meningkat pada Agustus, sementara permintaan terhadap minyak mentah dan produk minyak bumi justru mengalami penurunan.
Sementara itu, National Oil Corporation Libya menyatakan sebuah kelompok bersenjata menutup katup pada Jumat di jalur pipa minyak mentah utama Hamada, yang menghubungkan ladang Hamada dengan kilang Zawiya. Pihaknya menyebutkan penutupan katup tersebut telah menghentikan aliran minyak sekitar 15.000 barel per hari.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2101787/original/041972400_1524140047-20180119-Shell-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384993/original/054040300_1793201808-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_22.27.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380922/original/035070000_1792744831-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_15.35.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204936/original/069773800_1746026458-SPBU_Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380862/original/087193800_1792741427-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.35.53__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543196/original/026869100_1775018792-USU_SNBP.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3852285/original/073210100_1640770563-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-8.jpg)