Antara Kerja Impian dan Realita, Pilihan Sulit Para Fresh Graduate

Lestari (22), lulusan broadcasting dari Yogyakarta, datang ke Jakarta untuk mengejar peluang kerja di industri media. Namun, minimnya lowongan yang sesuai bidangnya membuatnya mulai melirik pekerjaan lintas jurusan demi segera mandiri.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Antara Kerja Impian dan Realita, Pilihan Sulit Para Fresh Graduate
Lestari (22), lulusan broadcasting dari Yogyakarta datang ke Jakarta untuk mengejar peluang kerja di industri media.

Berbekal ijazah broadcasting dan pengalaman magang di TVRI Yogyakarta, Lestari (22) datang ke Jakarta dengan satu tujuan: memulai karier di industri media. Namun, di tengah ketatnya persaingan mencari kerja, ia menyadari bahwa mengejar pekerjaan impian terkadang perlu dibarengi dengan membuka pilihan lain.

Lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta itu baru menyelesaikan kuliahnya sekitar dua bulan lalu. Ia memilih Jakarta sebagai tempat memulai perjalanan karier karena kota ini memiliki banyak perusahaan televisi dan industri kreatif.

Harapannya, pengalaman belajar broadcasting dan magang sebagai kru program di TVRI Yogyakarta bisa menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja profesional. Namun, kenyataan di lapangan belum sepenuhnya sesuai harapan.

Saat mendatangi Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (23/10), Lestari melihat sebagian besar lowongan yang tersedia tidak secara khusus menyasar bidang broadcasting.

“Di sini kan semuanya kayaknya enggak ada yang fokus ke broadcasting,” kata Lestari saat ditemui di lokasi.

Ia sebelumnya telah mencoba melamar melalui program MagangHub, tetapi belum berhasil lolos seleksi. Meski begitu, penolakan tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat untuk membangun karier di Jakarta.

Melirik Pekerjaan Lain

Di tengah terbatasnya pilihan lowongan yang sesuai jurusan, Lestari memilih tidak terpaku pada satu bidang. Ia mulai mencoba melamar pekerjaan di sejumlah sektor lain, termasuk perbankan dan perusahaan hiburan.

Ia juga tertarik mencoba peluang sebagai pengajar di lembaga pendidikan anak usia dini. Baginya, menjadi lulusan baru berarti perlu bersikap realistis sembari tetap berusaha mengejar pekerjaan yang diinginkan.

“Sebagai fresh graduate, jangan banyak gaya. Mending langsung cari kerja biar enggak nyusahin orang tua,” ujarnya.

Selama kuliah, Lestari juga pernah mengambil pekerjaan freelance sebagai kru administrasi untuk acara atau event organizer (EO). Meski pekerjaan tersebut tidak datang secara rutin, pengalaman itu menjadi salah satu bekal yang bisa ia cantumkan saat melamar kerja.

Ia menilai pengalaman bagi lulusan baru tidak selalu harus berasal dari pekerjaan profesional penuh waktu. Kegiatan organisasi, pengalaman selama kuliah, hingga pekerjaan lepas juga dapat menjadi bekal untuk menunjukkan kemampuan kepada perekrut.

Lestari berharap kesempatan kerja di industri media semakin terbuka bagi lulusan baru yang ingin memulai karier sesuai bidang pendidikannya.

“Saya ingin sekali kerja di media,” tuturnya.

Kuliah Sambil Kerja

Faris (20) mahasiwa semester 5 dari Bogor rela datang ke acara job fair untuk mencaari pekerjaaan baru.
Faris (20) mahasiwa semester 5 dari Bogor rela datang ke acara job fair untuk mencaari pekerjaaan baru.

Semangat mencari peluang juga ditunjukkan Faris Nashwan (20), mahasiswa semester lima jurusan Manajemen Bisnis Syariah yang saat ini bekerja di bidang makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Berbeda dengan Lestari yang baru lulus, Faris masih menjalani kuliah sambil bekerja. Ia mengandalkan penghasilannya untuk membayar biaya pendidikan dan memenuhi kebutuhan sendiri.

Faris mengaku tertarik mendatangi job fair untuk mencari informasi sekaligus menjajaki pekerjaan baru. Menurutnya, bertahan di satu pekerjaan saja bukan satu-satunya pilihan jika ada peluang untuk mengembangkan diri.

“Enggak mungkin kita di situ-situ doang,” kata Faris.

Ia mengaku menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Meski demikian, ia tetap berusaha mengatur penghasilannya agar bisa membiayai kuliah dan kebutuhan pribadi.

Faris juga belum sepenuhnya menentukan bidang pekerjaan yang ingin dituju. Meski kuliah di jurusan Manajemen Bisnis Syariah, ia masih membuka peluang di berbagai sektor, termasuk perbankan syariah.

Baginya, mencari pekerjaan yang lebih baik menjadi proses untuk memperluas pilihan sekaligus meningkatkan kemandirian. Ia berharap kesempatan kerja semakin banyak dan lebih mudah dijangkau oleh anak muda, termasuk lulusan SMA dan SMK.

Di tengah persaingan mencari kerja, Lestari dan Faris berada pada tahap perjalanan yang berbeda. Lestari berusaha menemukan pintu masuk ke industri yang sesuai dengan pendidikannya, sementara Faris mencari peluang untuk meningkatkan kondisi kerja sambil menyelesaikan kuliah. Keduanya sama-sama berupaya agar kesempatan yang datang bisa menjadi pijakan menuju masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi