Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Pelajar Progresif Indonesia mengadakan edukasi literasi media dan politik bertajuk 'Trias Politika' di Bandung, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menempatkan literasi media sebagai keterampilan kunci bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi.
Acara diikuti 500 pelajar dari wilayah Bandung Raya, yang mayoritas merupakan pemilih pemula. Melalui forum ini, penyelenggara mendorong peserta menjadi konsumen media yang kritis sekaligus pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Materi mencakup cara menyaring informasi politik, mengenali hoaks, serta memahami dinamika politik secara sehat dan objektif. Peserta juga diperkenalkan pada fenomena filter bubble dan echo chamber. KPID Jabar mengutip riset 5+1 yang menunjukkan 80,20 persen pandangan politik Generasi Z diperoleh dari media sosial.
Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet menegaskan pentingnya ketahanan informasi bagi generasi muda.
"Di era gempuran informasi saat ini, literasi media adalah perisai utama, karena dalam riset 5+1 KPID Jawa Barat, 80,20% pandangan politik Gen-Z didapatkan dari media sosial, Gen-Z dalam hal ini Pelajar harus mampu membedakan mana informasi politik yang valid dan mana yang hoaks apalagi di media baru, serta pada titik-titik tertentu media baru merupakan alat yang bisa menembakan ‘peluru’ konten-konten yang bisa merusak proses berfikir. Melalui kegiatan Trias Politika ini, kami mengapresiasi dan berharap para pelajar di Bandung Raya bisa menjadi konsumen media yang kritis sekaligus pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas, serta bagian dari human investmen skill dan mental/character investment," kata Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet.
Menurut Adiyana, kemampuan memilah informasi menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten yang dapat mengganggu proses berpikir, terutama saat menyikapi informasi politik di media baru.
Advertisement
Literasi Media untuk Pendidikan Politik Pelajar
Ketua Umum Pelajar Progresif Indonesia, Chandra, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan pelajar.
"Kegiatan Trias Politika ini diharapkan meningkatkan pendidikan politik bagi generasi muda karena kondisi saat ini isu politik sangat berpengaruh kepada kebijakan publik yang dibuat. Diperlukannya perspektif penyiaran untuk mencegah misinformasi dan hoaks dalam pendidikan politik bagi pelajar. Selain itu, kami berharap ekosisitem penyiaran yang sehat dapat terus menjaga informasi khusunya dalam politik," ujar Chandra.
Rangkaian kegiatan berisi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Melalui kerja sama ini, KPID Jawa Barat dan Pelajar Progresif Indonesia mendorong agar edukasi literasi media dan politik berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Upaya tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang lebih kritis dalam mengonsumsi informasi serta memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387295/original/027393200_1793459856-WhatsApp_Image_2026-10-31_at_21.55.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387182/original/010641000_1793440717-WhatsApp-Image-2026-10-31-at-06.35.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387149/original/074150700_1793436960-1001266350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3536284/original/075617000_1628570742-truth-concept-arrangement-crime-scene.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387090/original/051703800_1793432397-1001807913.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387056/original/055780800_1793429487-1001222884.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387073/original/023910200_1793430308-IMG-20261029-WA0196.jpg)