Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp271 Triliun, Sokong 9,4 Juta Pekerja

Di saat yang sama, Jamkrindo juga sukses membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,1 triliun.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp271 Triliun, Sokong 9,4 Juta Pekerja
Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp271 Triliun, Sokong 9,4 Juta Pekerja

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus membuktikan perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K). Hingga September 2026,perseroan mencatatkan volume penjaminan konsolidasi mencapai Rp271,20 triliun. Capaian ini menjangkau 2,97 juta UMKM-K dan mendukung keberlanjutan 9,46 juta tenaga kerja di Indonesia. Di saat yang sama, Jamkrindo juga sukses membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,1 triliun.

Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menyampaikan bahwa performa solid ini diraih berkat penerapan strategi bisnis yang adaptif, manajemen risiko yang cermat, serta jeli dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan secara terukur. Menurutnya, keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio adalah kunci utama untuk menjaga daya saing jangka panjang.

"Bagi Jamkrindo, menjaga kinerja bukan semata-mata tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut memiliki fondasi yang kuat dan memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas perusahaan, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta mengoptimalkan peluang bisnis agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi UMKM dan perekonomian nasional," ujar Abdul Bari dikutip keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Sejalan dengan kinerja positif tersebut, Jamkrindo menyatakan kesiapannya menjalankan arahan pemegang saham terkait penataan (streamlining) klaster penjaminan konvensional dan syariah. Langkah ini menjadi bagian penting dari penataan industri penjaminan nasional yang tertuang dalam peta jalan (roadmap) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus selaras dengan visi pemerintah untuk mencetak BUMN yang feasible, sizeable, sustainable, dan berstatus global player.

"Kami mendukung upaya penguatan struktur industri yang mempertimbangkan kelayakan bisnis, efektivitas operasional,pengelolaan risiko, serta keberlanjutan jangka panjang. Dengan demikian, penguatan kapasitas perusahaan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi bagi perekonomian dan selaras dengan aspirasi pemegang saham untuk tujuan Jamkrindo ke depan agar semakin feasible, sizeable, sustainable, dan menjadi global player," tutur Abdul Bari.

Ia menambahkan, Jamkrindo merespons positif arah penguatan industri tersebut. “Sejalan dengan roadmap OJK, kami mencermati arah penguatan industri serta menindaklanjuti arahan pemegang saham terkait rencana streamliningperusahaan penjaminan. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi dan kapasitas industri agar semakin efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari penataan tersebut, skema transfer portofolio bisnis penjaminan dari entitas nonpenjaminan atau asuransi di lingkungan IFG (pada tahap I) kepada Jamkrindo menjadi salah satu opsi utama yang tengah dikaji. Kajian mendalam terus dilakukan dengan memperhitungkan kesiapan operasional, tata kelola, hingga analisis risiko agar dampak yang dihasilkan optimal.

Akselerasi Transformasi IMPACT

Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp271 Triliun, Sokong 9,4 Juta Pekerja
Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp271 Triliun, Sokong 9,4 Juta Pekerja

Untuk menopang target jangka panjang, Jamkrindo memacu transformasi internal melalui formula IMPACT—yakni Independence (kemandirian insan penjaminan), Market (perluasan pasar), People (peningkatan kompetensi SDM), Agility(pola pikir adaptif), Competitiveness (penguatan daya saing), dan Technology (efisiensi lewat teknologi digital). 

"Dengan semangat menjamin lebih luas dan berdampak lebih nyata, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi lebih besar dalam membangun industri penjaminan nasional yang efisien dan berdaya saing, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM," pungkas Abdul Bari.

Sebagai informasi, hal tersebut disampaikan dirut Jamkrindo dalam diskusi ini dikemas melalui agenda Pemimpin Redaksi Gathering yang digelar pada 22–24 Oktober 2026 di Semarang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran direksi Jamkrindo, di antaranya Direktur Utama Abdul Bari,Direktur Bisnis Penjaminan Ardhi Setyarko, Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Krisna Johan, Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Ivan Soeparno, Direktur Keuangan dan Investasi Alia Nur Fitri,Direktur Operasional dan Jaringan Sigit T. Prabowo, serta Plt. Direktur Utama Jamkrindo Syariah Loesdarwanto.

Rekomendasi