NIM BCA Naik Jadi 5,6 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

BCA membukukan laba bersih Rp45,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Margin bunga bersih meningkat pada kuartal III, sementara rasio kecukupan modal tetap berada di atas 27 persen.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
NIM BCA Naik Jadi 5,6 Persen, Ini Faktor Pendorongnya
Direktur BCA Vera Eve Lim

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih sebesar Rp45,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit perseroan dan kenaikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Dalam paparan kinerja kuartal III 2026 di Jakarta, Selasa (27/10), BCA melaporkan NIM meningkat dari 5,3 persen pada kuartal II menjadi 5,6 persen pada kuartal III 2026.

Direktur BCA Vera Eve Lim menjelaskan, peningkatan NIM tersebut didukung pertumbuhan kredit produktif serta biaya dana yang relatif stabil sepanjang kuartal I hingga kuartal III.

Kredit Produktif dan Dana Simpanan Menopang Margin

Kredit produktif BCA mencapai Rp831 triliun per September 2026, tumbuh 17,2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan tersebut berasal dari sejumlah segmen. Kredit korporasi meningkat 20,9 persen yoy menjadi Rp528,1 triliun, kredit komersial tumbuh 7,8 persen menjadi Rp154,1 triliun, sedangkan kredit UKM naik 15,4 persen menjadi Rp149,2 triliun.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 8 persen yoy menjadi Rp1.301 triliun. Pertumbuhan simpanan turut mendukung kemampuan perseroan menghimpun dana untuk menopang penyaluran kredit.

Kombinasi pertumbuhan kredit produktif dan biaya dana yang relatif stabil menjadi faktor yang dijelaskan manajemen dalam mempertahankan margin bunga bersih.

CAR Diproyeksikan Tetap di Kisaran 27 Persen

Selain profitabilitas, BCA melaporkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,1 persen per September 2026. Perseroan memproyeksikan rasio tersebut mencapai sekitar 27,4 persen pada akhir tahun.

Vera menyampaikan, pembagian dividen interim secara kuartalan yang mulai dilakukan tahun ini turut diperhitungkan dalam pengelolaan permodalan perseroan.

“Dengan pertumbuhan laba, pembagian dividen interim, CAR tetap terjaga stabil di kisaran 27 persen,” ujarnya.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BCA tercatat sebesar 1,8 persen. Perseroan menargetkan NPL berada di kisaran 1,8–2 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran kinerja BCA hingga kuartal III 2026, ketika perseroan berupaya mempertahankan pertumbuhan kredit sekaligus menjaga profitabilitas, kualitas aset, dan kecukupan modal.

Rekomendasi