Jelang Aksi Sumpah Pemuda, TNI-Polri Siapkan Pengamanan di Jakarta

Aksi Sumpah Pemuda digelar 28 Oktober 2026. TNI-Polri dan Pemprov DKI menyiapkan pengamanan, fokus pada lalu lintas dan akses fasilitas publik.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi- Reporter
Jelang Aksi Sumpah Pemuda, TNI-Polri Siapkan Pengamanan di Jakarta
Aksi demonstrasi elemen buruh dan mahasiswa yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (28/10/2021). Sejumlah tuntutan mereka salah satunya, pencabutan UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Personel gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disiagakan untuk mengawal aksi penyampaian aspirasi dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026). Pengamanan difokuskan pada kelancaran lalu lintas dan akses ke fasilitas publik agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan petugas akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan. Penempatan dilakukan untuk mengawal peserta aksi sekaligus memastikan kepentingan masyarakat lainnya tetap terjaga.

Budi menjelaskan, personel pelayanan telah disiapkan dan akan bekerja berkoordinasi dengan unsur terkait. Ia menegaskan pengamanan diarahkan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan damai.

“Personel pelayanan disiapkan di sejumlah titik kegiatan untuk menjaga dan mengawal aksi penyampaian aspirasi agar berlangsung tertib, aman, dan damai. Selain memberikan pelayanan kepada peserta aksi, petugas juga bertugas mengatur lalu lintas, menjaga akses fasilitas publik, serta berkoordinasi dengan unsur TNI dan Pemprov DKI Jakarta sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, pendekatan yang dikedepankan mencakup komunikasi, dialog, dan negosiasi dengan cara-cara humanis. Tujuannya mencegah kesalahpahaman dan mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan serta ketertiban di lapangan.

“Langkah ini dilakukan untuk membangun komunikasi yang baik dengan peserta aksi, mencegah kesalahpahaman, serta mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan dan ketertiban di lapangan,” terangnya.

Budi juga mengimbau peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib serta menghormati hak pengguna ruang publik lainnya. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi diminta mengikuti arahan petugas dan memperhatikan kondisi lalu lintas.

“Personel hadir untuk menjaga dan mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat lainnya tetap terlayani. TNI, Polri, pemerintah daerah, peserta aksi, dan masyarakat memiliki peran bersama agar seluruh kegiatan dapat berjalan tertib, aman, dan damai,” pungkasnya.
Rekomendasi