Imbas Demo di Monas, Transjakarta Ubah 6 Rute Bus Sore Ini

Transjakarta menyesuaikan 6 rute mulai 16.00 WIB akibat aksi di Monas–Balai Kota. Tiga rute dipangkas, tiga dialihkan. Pantau update di aplikasi resmi.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Imbas Demo di Monas, Transjakarta Ubah 6 Rute Bus Sore Ini
Untuk diketahui, sepanjang 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyesuaikan operasional enam rute bus pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 16.00 WIB sehubungan aksi unjuk rasa di kawasan Monas dan Balai Kota DKI Jakarta.

Penyesuaian mencakup pemendekan rute, pengalihan jalur, hingga penghentian sementara layanan di sejumlah halte. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyebut kebijakan ini bersifat dinamis mengikuti kondisi lalu lintas.

"Layanan akan kembali disesuaikan secara kondisional mengikuti situasi lalu lintas di lapangan," ujar Ayu dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).

Tiga rute utama dipangkas jarak tempuhnya, yakni 6B (Ragunan–Balai Kota via Semanggi), 6A (Ragunan–Balai Kota via Kuningan), dan 1A (Balai Kota–Pantai Maju). Selama penyesuaian, ketiganya tidak melayani sejumlah halte di sekitar Balai Kota.

Selain itu, rute 2A (Pulo Gadung 1–Rawa Buaya) dan 2 (Pulo Gadung 1–Monas) dialihkan tanpa melayani Halte Balai Kota serta Halte Monas. Adapun rute 1P (Senen–Blok M) turut dialihkan dan tidak berhenti di Bus Stop IRTI Monas serta Bus Stop Gambir 2. Transjakarta memastikan rute lain tetap beroperasi normal dan mengimbau pelanggan memantau informasi terkini melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kanal media sosial resmi sebelum bepergian.

BEM UI Sampaikan Lima Tuntutan di Tugu Tani

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil menyuarakan lima tuntutan dalam aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menyebut tuntutan pertama adalah penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta pemulihan ekosistem terdampak. "Di hari ini kita membawa lima tuntutan. Yang pertama adalah untuk menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional dan untuk memulihkan ekosistem di sana tentunya," kata Fathimah.

Tuntutan kedua berkaitan dengan pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial.

Untuk tuntutan ketiga, mahasiswa mendesak penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi. "Ini juga tuntutan yang sudah cukup sering kita bawa, tapi masih harus kita bawa lagi karena rasanya belum terlalu ada perubahan," ujarnya.

Keempat, mahasiswa menekankan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kelima, mereka mendorong penurunan biaya pendidikan dan perwujudan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.

Format Aksi Dibuat Berbeda

Fathimah menjelaskan aksi kali ini dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari demonstrasi sebelumnya.

Selain orasi, mahasiswa menampilkan pertunjukan dan sejumlah kegiatan lain untuk menciptakan suasana aksi yang lebih terbuka.

Selain BEM UI, aksi di Tugu Tani juga diikuti mahasiswa dari IPB University, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta elemen masyarakat sipil.

Rekomendasi