Di tengah tren Minyak Dunia Mahal, harga minyak global berbalik menguat setelah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan Senin. Minyak mentah berjangka Brent naik 0,2% ke atas US$ 110 per barel pada pukul 18.00 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) melompat 2% hingga menyentuh US$ 103,5 per barel. Kenaikan ini mengantar Brent ke level tertingginya sejak pertengahan Mei.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada minyak mentah. Mengutip Anadolu, Selasa (20/10/2026), harga gas alam di Uni Eropa bertambah 1% menjadi 88,5 euro per megawatt-jam, sedangkan minyak pemanas (heating oil) naik 0,1% ke level US$ 4,9 per galon.
Penguatan harga minyak sempat terpangkas dari level tertinggi harian karena pelaku pasar menimbang potensi bertambahnya pasokan dari Rusia menyusul pelonggaran sanksi Amerika Serikat pada Jumat pekan ini.
Di kawasan Timur Tengah, pada Senin kelompok Houthi mengklaim telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh; Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya Arab Saudi dekat Yaman; fasilitas Saudi Aramco di Yanbu di pesisir Laut Merah; ladang minyak Shaybah; serta unsur angkatan laut Arab Saudi.
Mengutip CNBC, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasinya.
Masih pada Senin, Arab Saudi menunda pelaksanaan konferensi Future Investment Initiative—yang sedianya berlangsung selama empat hari pekan depan—hingga tahun depan, merespons meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap kerajaan.
Sekitar 10 hari lalu, kelompok militan itu juga menyerang Bandara Internasional King Khalid yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.
Advertisement
Serangan Ukraina di Rusia Saat Minyak Dunia Mahal
Sementara itu di Rusia, kebakaran terjadi di sebuah terminal dan depot minyak di St. Petersburg setelah Ukraina melancarkan gelombang serangan pesawat nirawak (drone) besar-besaran pada Minggu, menurut Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, melalui unggahan di media sosial.
Data Kpler menunjukkan, terminal di St. Petersburg tersebut mengekspor sekitar 120.000 barel per hari produk minyak olahan, sebagian besar berupa bahan bakar minyak (fuel oil). Tingkat kerusakan fasilitas belum diketahui.
Ukraina sempat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia setelah Presiden Donald Trump menyatakan pada 11 Oktober bahwa Kyiv dan Moskow telah menyepakati gencatan senjata.
Namun, Rusia tetap menyerang infrastruktur energi Ukraina setelah pernyataan tersebut, dan Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut pekan lalu bahwa Kyiv akan kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas Rusia sebagai tindakan balasan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452614/original/031841000_1766410968-WhatsApp_Image_2025-12-22_at_19.29.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377613/original/068468800_1792471397-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_11.32.51__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377555/original/081047000_1792469173-1000479459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377403/original/067925400_1792460789-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_07.54.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377391/original/002801200_1792460015-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_21.20.19.jpeg)