Lima Hari ISEF 2026: Dari Membangun Ekosistem hingga Merayakan Gerakan

ISEF 2026 catat transaksi Rp13,8 miliar dan business matching Rp3,2 triliun, perkuat ekonomi syariah inklusif menuju Indonesia 2045.

Laura Adelia
Oleh Laura Adelia- Reporter
Lima Hari ISEF 2026: Dari Membangun Ekosistem hingga Merayakan Gerakan
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Foto: Istimewa

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 berjalan lima hari dengan satu alur cerita: membangun fondasi, memperluas jaringan, lalu merayakan gerakan bersama. Bank Indonesia merangkai rangkaian itu di bawah tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui sinergi dan transformasi digital.

Membangun Ekosistem

ISEF dibuka dengan fase building ecosystem. Mereka memperkuat fondasi ekosistem halal food dan mendorong kewirausahaan syariah. Mereka juga menggelar forum bisnis, forum pesantren, dan forum sinergi pusat-daerah untuk memperkuat gagasan dan kepemimpinan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah menjadi bagian dari agenda besar menuju Indonesia 2045. Pemerintah telah memasukkan agenda itu ke dalam RPJPN 2045, RPJMN 2025-2029, dan perencanaan daerah.

"Ekonomi dan keuangan syariah merupakan pilar dari strategi nasional untuk membangun kesejahteraan Indonesia yang naik kelas," kata Solikin dalam penutupan ISEF di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Menguatkan Industri dan Pembiayaan

Perjalanan berlanjut ke pemahaman industri halal. ISEF 2026 mengangkat pariwisata ramah muslim dan pemberdayaan komunitas perempuan. Perluasan akses pembiayaan dan perdagangan lewat business deals juga dilakukan. Generasi muda mendapat perhatian khusus sebagai bagian penting masa depan masyarakat Indonesia.

Hasilnya mulai terlihat. Hingga malam sebelum penutupan, sekitar 93.000 orang mengunjungi ISEF. Nilai transaksi mencapai Rp 13,8 miliar, sedangkan business matching membukukan Rp 3,2 triliun.

"Ini data sampai tadi malam, belum hari ini," ujar Solikin.

Ia menilai capaian itu meningkat signifikan, termasuk pada pembiayaan dan perdagangan syariah.

 

Merayakan Gerakan

Lima Hari ISEF 2026: Dari Membangun Ekosistem hingga Merayakan Gerakan
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Foto: Istimewa

Rangkaian ISEF 2026 ditutup dengan semangat celebrating the movement. Solikin menyebut perayaan itu bukan hanya untuk keberhasilan penyelenggaraan, melainkan untuk gerakan bersama membawa ekonomi syariah ke tahap lebih maju.

Ia lalu mengingatkan tujuan akhirnya. Menurut Solikin, pertumbuhan harus membuka kesempatan partisipasi yang lebih luas.

"Kita pastikan tidak ada komunitas, tidak ada kelompok yang tertinggal di belakang. Inilah hakikat dari kesejahteraan inklusif," tuturnya. 

Karena itu, pembiayaan syariah harus terhubung dengan aktivitas produktif, dan keuangan sosial syariah harus mendukung pemberdayaan berkelanjutan. Sinergi tersebut, menurut Solikin, akan mengembangkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai nilai halal.

Kerja Berjamaah

Solikin menyebut ekonomi syariah sebagai kerja berjamaah. Pemerintah, otoritas keuangan, industri, pesantren, akademisi, dan masyarakat harus bergerak dalam satu ekosistem.

"Sinergi ini bukan sekadar menyatukan program, tetapi memastikan setiap peran menghasilkan dampak yang lebih besar ketika dilaksanakan secara berjamaah," katanya.

Ia berterima kasih kepada KNEKS, kementerian dan lembaga terkait, OJK, BPKH, serta para santri yang membantu penyelenggaraan. Ia berharap ISEF menjadi pijakan, bukan titik akhir.

"Keberhasilan kita ke depan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi oleh perubahan nyata bagi dunia usaha dan masyarakat luas," ujar Solikin.

Rekomendasi