PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyatakan empat bandara kelolaannya kembali beroperasi normal usai penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 5–8 September 2026. Selama periode itu, 4.174 penerbangan terdampak dan perjalanan 455.754 penumpang terganggu.
Empat bandara yang telah berangsur normal yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Raden Inten II. InJourney menyebut operasional Bandara Soekarno-Hatta menjadi yang paling signifikan terdampak.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan fokus perusahaan pada tahap pemulihan.
"Memasuki fase recovery dan normalisasi, fokus kami adalah mengurai seluruh dampak operasional dan mendukung mobilitas masyarakat kembali normal," kata Maya dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).
Maya menekankan bahwa penangguhan operasional dilakukan semata-mata untuk keselamatan.
"Keselamatan dan keamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama kami. Setiap keputusan operasional dilakukan berdasarkan asesmen menyeluruh dan pemantauan berkala, dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik, hasil paper test, serta informasi dan rekomendasi dari BMKG, AirNav Indonesia, VAAC Darwin, regulator, dan otoritas penerbangan," beber dia.
"Di saat yang sama, kami terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kebandarudaraan dan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sesuai standar yang dipersyaratkan," imbuh Maya.
Selama penutupan, sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara alternatif, antara lain Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Kertajati Majalengka.
Advertisement
Jaringan Alternatif dan Dukungan Transportasi Bandara
Bandara Kertajati menerima penerbangan domestik dan internasional hasil pengalihan, dengan dukungan konektivitas lanjutan menuju Jakarta melalui layanan DAMRI dan Whoosh. Adapun YIA dipersiapkan sebagai bandara alternatif untuk melayani pesawat berbadan lebar dengan dukungan transportasi darat.
"Sebagai holding yang mengintegrasikan ekosistem aviasi dan pariwisata, peran kami bukan hanya memastikan bandara dapat kembali beroperasi, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat tetap terhubung. Ketika suatu bandara harus ditutup demi keselamatan, kami mengoptimalkan jaringan bandara lain beserta konektivitas transportasi darat agar mobilitas masyarakat tetap terjaga," jelas Maya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat Bandara Soekarno-Hatta sudah melayani ratusan penerbangan per hari dalam dua hari setelah kembali dibuka. Ia memastikan operasional seluruh bandara yang sempat terdampak abu vulkanik berjalan normal.
Advertisement
Pergerakan Penerbangan 8–9 September
Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya kembali dibuka pada Selasa, 8 September 2026, setelah sempat ditutup karena terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (8/9) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas," ujar Dudy, mengutip keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).
Pada 8 September 2026, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tercatat 875 penerbangan, terdiri atas 436 penerbangan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan, mencakup rute domestik maupun internasional.
Sehari setelahnya, 9 September 2026, dijadwalkan 966 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan estimasi 131.495 penumpang, terdiri atas 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.
"Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan," tutur Dudy.