Warga Sulsel Berebut BBM, Pertamina Pastikan Stok Aman

Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran pasokan, mulai dari pemantauan stok, penyesuaian penyaluran, hingga optimalisasi pelayanan di SPBU.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Warga Sulsel Berebut BBM, Pertamina Pastikan Stok Aman
Antrean panjang BBM di SPBU di Kota Makassar. (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dikeluhkan warga Sulawesi Selatan. Bahkan, Ustaz kondang Das'ad menyebut bulan September Antre.

"September antre," ujar Ustaz Das'ad kepada wartawan usai menghadiri Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin, Kamis (10/9).

Ustaz Das'ad menyebut antrean panjang kendaraan di SPBU merupakan fakta jika bahan bakar minyak (BBM) terbatas. Hanya saja, ia berharap masyarakat Sulsel tidak panik.

"Ini kan faktanya memang ada keterbatasan. Tapi jangan membuat kita panik," tutur dia.

"Panik ini yang membuat akhirnya kita seolah-olah mau kehabisan. Padahal InsyaAllah cukup, hanya karena ada sebagian orang yang membeli lebih dari kebutuhannya. Jadi sebaiknya kita sikapi ini dengan sabar," imbuh dia.

Dia pun berharap kehadiran pemerintah dan juga aparat keamanan untuk menyelesaikan masalah antrean BBM di SPBU tersebut. Jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan, bisa berpotensi keributan.

"Kemudian pemerintah juga terutama keamanan untuk hadir di tempat-tempat antre (BBM), karena kalau tidak potensi untuk ribut," kata dia.

Dia menyebut kehadiran pemerintah dan aparat keamanan bisa meredam kepanikan masyarakat soal pasokan BBM. Untuk itu, Dia menyarankan agar aparat keamanan untuk turun ke setiap SPBU untuk mengantisipasi kepanikan.

"Kepanikan itu membuat kadangkala hilang akal sehat. Maka di tempat-tempat antrien seperti SPBU, itu aparat harus hadir untuk mengatur jangan ada yang saling mendahului dan mengganggu Kamtibmas," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turun langsung pemantauan antrean BBM di SPBU di Makassar. Andi Sudirman menemukan adanya migrasi pengguna BBM non-subsidi ke subsidi. Hal ini akibat adanya perbedaan harga yang cukup jauh antara BBM subsidi dan non-subsidi.

"Jadi harga non-subsidi kan naik, harga yang subsidi tetap ya. Ada perpindahan migrasi pelanggan yang dari non-subsidi kepada subsidi. Sehingga terjadi yang antrean panjang di sini," ujar dia.

Andi mengaku berdasarkan laporan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional VII Sulawesi, stok BBM di Sulsel dalam kondisi cukup.

"Tapi mereka (pelanggan BBM non-subsidi) ada juga yang memang berulang pergi antre, antre, antre. Tapi karena mungkin mereka merasa dia punya hak juga disubsidi, jadi dia pergi antre (BBM) disubsidi juga," tutur dia.

Andi mengaku akan melakukan evaluasi dalam tiga hari terakhir dan memanggil seluruh Stakeholder untuk menyelesaikan masalah antrean BBM.

"Hari Senin kita akan rapat. Forkopimda tingkat provinsi akan panggil semua," kata dia.

Andi mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo untuk merunkan Satgas dari Ditreskrimsus dan juga Ditlantas.

"Pak kapolda sudah turunkan juga ini mulai dari Ditkrimsus-nya sama lantasnya (Ditlantas)," ucap dia.

 

Antrean panjang BBM di SPBU di Kota Makassar. (merdeka.com/Ihwan Fajar).
Antrean panjang BBM di SPBU di Kota Makassar. (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turun langsung pemantauan antrean BBM di SPBU di Makassar. Andi Sudirman menemukan adanya migrasi pengguna BBM non-subsidi ke subsidi. Hal ini akibat adanya perbedaan harga yang cukup jauh antara BBM subsidi dan non-subsidi.

"Jadi harga non-subsidi kan naik, harga yang subsidi tetap ya. Ada perpindahan migrasi pelanggan yang dari non-subsidi kepada subsidi. Sehingga terjadi yang antrean panjang di sini," ujar dia.

Andi mengaku berdasarkan laporan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional VII Sulawesi, stok BBM di Sulsel dalam kondisi cukup.

"Tapi mereka (pelanggan BBM non-subsidi) ada juga yang memang berulang pergi antre, antre, antre. Tapi karena mungkin mereka merasa dia punya hak juga disubsidi, jadi dia pergi antre (BBM) disubsidi juga," tutur dia.

Andi mengaku akan melakukan evaluasi dalam tiga hari terakhir dan memanggil seluruh Stakeholder untuk menyelesaikan masalah antrean BBM.

"Hari Senin kita akan rapat. Forkopimda tingkat provinsi akan panggil semua," kata dia.

Andi mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo untuk merunkan Satgas dari Ditreskrimsus dan juga Ditlantas.

"Pak kapolda sudah turunkan juga ini mulai dari Ditkrimsus-nya sama lantasnya (Ditlantas)," ucap dia.

 

Antrean panjang BBM di SPBU di Kota Makassar. (merdeka.com/Ihwan Fajar).
Antrean panjang BBM di SPBU di Kota Makassar. (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Pertamina Buka Suara

Terpisah Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar mengatakan stok BBM dalam kondisi aman. Dia menyebut Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran pasokan, mulai dari pemantauan stok, penyesuaian penyaluran, hingga optimalisasi pelayanan di SPBU.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.

Menurut Deny, peningkatan permintaan di sejumlah SPBU terus menjadi perhatian Pertamina. Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.

Selain menyesuaikan volume penyaluran, Pertamina juga memperkuat distribusi melalui penyesuaian jam operasional depot, termasuk memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi. Armada mobil tangki turut dioptimalkan melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Pada sejumlah SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi, tambahan suplai juga dapat dilakukan hingga 15 persen dari kondisi normal. Kondisi stok, tingkat konsumsi, dan antrean dipantau secara berkala mulai dari titik suplai hingga SPBU. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan volume, waktu pengiriman, serta prioritas penyaluran apabila terdapat SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Penguatan pasokan juga dilakukan untuk LPG 3 Kg. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia melalui jaringan penyalur resmi.

Selain itu, sejumlah SPBU akan beroperasi selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean. Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan petugas, operasional, dan kelancaran pelayanan.

“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” jelas Deny.

Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean, serta pola transaksi di SPBU. Pertamina melakukan evaluasi terhadap transaksi yang terindikasi tidak wajar dan dapat memberikan tindak lanjut sesuai ketentuan apabila ditemukan pembelian berulang atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Dalam pengawasan di lapangan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran. Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menyimpan BBM dalam jumlah besar. Pembelian secara wajar diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pelayanan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lain untuk memperoleh BBM.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan,” tegas Deny.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi melalui kanal resmi Pertamina serta mematuhi arahan petugas SPBU. Apabila menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi terkait ketersediaan BBM maupun LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.

“Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Rekomendasi