3 ASN Diduga Ditembak KKB di Jayawijaya Usai Salurkan Bantuan, Aparat Buru Pelaku

Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya tewas diduga ditembak KKB di Muliama. Aparat memburu pelaku, Mentan bereaksi. Ini kronologi dan penjelasan polisi.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
3 ASN Diduga Ditembak KKB di Jayawijaya Usai Salurkan Bantuan, Aparat Buru Pelaku
Aparat keamanan masih mendalami dan memburu pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Aparat gabungan masih menyelidiki dan memburu pelaku penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Peristiwa ini terjadi saat rombongan kembali ke Wamena usai menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Yusuf Sutejo menyebut identitas pelaku masih didalami. Ia menegaskan proses penyelidikan berjalan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, seperti dilansir dari Antara.

"Kami masih mendalami untuk memastikan siapa pelaku penembakan terhadap ketiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama," tutur Yusuf, Kamis (10/9/2026), seperti dilansir dari Antara.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan hasil awal penyelidikan mengarah pada KKB Kodap III Ndugama sebagai pihak yang diduga terlibat. “Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura.

Kronologi ASN Diduga Ditembak KKB di Jayawijaya

Penembakan terjadi Rabu (9/9/2026) sore. Rombongan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya dalam perjalanan kembali ke Wamena setelah menyalurkan bantuan ternak babi untuk warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya.

Saat melintas di sekitar Distrik Muliama, rombongan diduga diserang. Tiga ASN menjadi korban dalam aksi penembakan tersebut. “Saat dalam perjalanan dan berada di sekitar Distrik Muliama, KKB menembak ketiga korban,” kata Cahyo.

Korban diketahui bernama Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wili Mbuik (26). Faizal menyebut seluruh korban sempat dievakuasi ke RSUD Wamena. “Jenazah ketiga korban penembakan, yakni AR (49), AAM (35), dan WM (25), sudah berada di RSUD Wamena,” jelas Faizal.

Pada Kamis (10/9/2026), jenazah Wili Mbuik dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara itu, jenazah Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha masih berada di Wamena.

Jarak Distrik Muliama dari Wamena sekitar 20 kilometer dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Mentan Minta Pelaku Diusut dan Keamanan Petugas Dijamin

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita atas tewasnya tiga ASN tersebut. Ia menilai penyerangan terhadap petugas yang menjalankan tugas kemanusiaan tidak semestinya terjadi.

“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Amran menegaskan petugas program bantuan ternak dan ketahanan pangan bukan pihak yang membawa ancaman. Ia meminta jaminan keamanan bagi tenaga lapangan dan mendorong Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI-Polri mengusut tuntas kasus ini serta memastikan keselamatan petugas di Papua.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.

Amran memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berjalan. Kementerian Pertanian juga akan memberikan dukungan kepada keluarga para korban.

“Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Amran.

Rekomendasi