BTN Beri 30 Rumah Layak Huni dan SHM untuk Pahlawan dan Keluarganya

Program ini merupakan contoh konkret sinergi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
BTN Beri 30 Rumah Layak Huni dan SHM untuk Pahlawan dan Keluarganya
Foto dok. BRI

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberikan dukungan nyata pada program Rumah Cahaya bentukan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI). Lewat inisiatif ini, sebanyak 30 unit rumah layak huni lengkap beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) diserahkan kepada para pahlawan Indonesia serta keluarga mereka sebagai apresiasi atas dedikasi bagi bangsa.

Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa ketersediaan hunian layak merupakan bagian krusial dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memilikinya, tak terkecuali sosok-sosok yang pernah berjasa bagi tanah air.

"Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” kata Hashim dalam agenda Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Rabu (2/9).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyambut positif inisiatif Rumah Cahaya. Ia menilai program ini merupakan contoh konkret sinergi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat, mengingat persoalan perumahan di Indonesia tidak bisa dirampungkan sendiri oleh pemerintah.

"Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran," tutur Maruarar.

Maruarar menekankan bahwa penyerahan rumah ini memiliki makna mendalam karena menyasar para pejuang bangsa yang berkontribusi di pelbagai bidang, mulai dari medan perang hingga olahraga.

"Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi," ucapnya.

Lebih dari Sekadar Rumah: Kepastian Aset dan Ekosistem Perumahan

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam program Rumah Cahaya. Bagi BTN, fokus perumahan tidak sekadar membantu kepemilikan rumah, melainkan juga memastikan ketersediaan hunian yang layak bagi kelompok yang membutuhkan. 

"Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan," ujar Nixon.

Nixon menggarisbawahi pentingnya penyerahan SHM agar hunian tersebut secara sah menjadi hak milik penuh para penerima dan dapat dijadikan aset keluarga.

"Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkap Nixon. 

Dukungan BTN terhadap hunian layak terbukti lewat rekam jejaknya. Sepanjang 2022 hingga 2026, BTN telah menyokong pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial untuk keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, petani pesisir, nelayan, hingga korban bencana di berbagai area Indonesia.

"Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan," tambah Nixon.

Rekomendasi