RS Kariadi Ungkap PPDS Undip Yuda Nabella Dirawat ICU Sebelum Meninggal

Berdasarkan data riwayat pemeriksaan yang dimiliki rumah sakit, dr Yuda diketahui memiliki riwayat sakit.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
RS Kariadi Ungkap PPDS Undip Yuda Nabella Dirawat ICU Sebelum Meninggal
RSUP Dr Kariadi dan Kampus Kompak Bantah Kematian Mahasiswi PPDS Undip Dipicu Bullying, Disebut Meninggal Akibat DBD

Pihak RSUP Dr Kariadi Semarang membantah terkait kabar meninggalnya dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), dr Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, dengan dugaan praktik perundungan atau bullying.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah dugaan bullying tersebut benar terjadi.

Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warendra, membantah kabar tersebut. Berdasarkan data riwayat pemeriksaan yang dimiliki rumah sakit, dr Yuda diketahui memiliki riwayat sakit.

"Intinya tidak benar rumor-rumor yang menyebut bahwa ada bullying, karena memang kalau kami lihat di data riwayat pemeriksaan di RS Kariadi itu, dr Yuda memang terdiagnosis sakit,” kata Aditya di Semarang, Rabu (2/9).

Berdasarkan informasi dari manajemen rumah sakit, dr Yuda meninggal dunia pada 28 Agustus 2026. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di ICU Garuda RSUP Dr Kariadi pada Agustus 2026.

"Informasinya memang Mbak Yuda itu kondisi sakit, terus sempat dirawat di ICU Garuda pada bulan Agustus, yang bersangkutan meninggal tanggal 28 Agustus,” ungkapnya.

Pada saat meninggal dunia, status dr Yuda masih sebagai PPDS junior. Aditya sendiri bahwa, dr Yuda belum mendapat kesempatan menjalani praktik langsung di klinik maupun poliklinik karena masih dalam tahap pembelajaran.

"Kami kan ada namanya PPDS junior dan senior. Dia belum dilepaskan untuk praktik di stase klinik-klinik, poliklinik rawat jalan atau di mana, ia masih di ruangan, masih pembelajaran,” jelasnya.

Meski masih berstatus PPDS junior, dr Yuda telah mengikuti proses pendidikan di RSUP Dr Kariadi sebagai peserta didik pada Kelompok Staf Medis (KSM) Psikiatri.

Pihak manajemen RSUP Dr Kariadi masih menyiapkan penjelasan resmi terkait meninggalnya dr Yuda. Penelusuran nantinya menyangkut RSUP Dr Kariadi sebagai rumah sakit pendidikan, dan Fakultas Kedokteran Undip sebagai institusi tempat dr Yuda menjalani pendidikan dokter spesialis.

"Sepertinya juga akan turun menanyakan di Undip khususnya dan juga di Kariadi sebagai tempat penggodokan calon-calon dokter spesialis,” tutupnya.

Rekomendasi