Siang itu, aktivitas para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berjalan seperti biasa. Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan dan disantap sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai merasakan kondisi tubuh yang tidak biasa.
Salah satunya SZ (15), santriwati yang turut menyantap menu MBG pada Selasa (1/9). Menu yang disantapnya terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel.
SZ masih mengingat jelas menu makan siang tersebut. Ia mengatakan tidak menemukan keanehan pada nasi maupun lauk yang disantapnya. Namun, rasa sayur tumis yang dikonsumsi justru membuatnya merasa kurang nyaman.
"Makan MBG jam 13.00 WIB. Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak Bali, enggak pedas," kata SZ di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Jatim.
Menurut SZ, rasa asam pada sayur membuatnya tidak menghabiskan makanan tersebut. Ia mengaku rasa kecut paling terasa ketika menyantap tumis buncis baby corn.
"Sayur enggak habis, yang kecut dari sayurnya," ujarnya.
Advertisement
Lemas dan Pusing
Beberapa jam setelah makan, kondisi tubuh SZ mulai berubah. Menjelang sore, ia merasakan mual yang disusul badan lemas dan pusing.
Keluhan tersebut kemudian dialami pula oleh sejumlah santri lainnya. Mereka akhirnya mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Peristiwa itu terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam pada Selasa (1/9). Hingga kini, sebanyak 431 santri dilaporkan diduga mengalami keracunan dan menjalani perawatan di delapan rumah sakit rujukan di Sidoarjo.
Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi perhatian, terutama untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal setelah para santri menyantap makanan yang sama.