SPPG Kalitengah Sidoarjo Ditutup Usai 431 Santri Diduga Keracunan

Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
SPPG Kalitengah Sidoarjo Ditutup Usai 431 Santri Diduga Keracunan
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Pemerintah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah 431 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, penghentian operasional SPPG dilakukan setelah ditemukan kejadian serupa di sejumlah satuan pendidikan pada Selasa (1/9/2026). Seluruh lokasi tersebut diketahui menerima makanan dari SPPG Kali Tengah.

"Operasional SPPG Kali Tengah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut," kata Emil Dardak usai mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9) dini hari.

Emil mengatakan, saat ini penanganan seluruh korban menjadi prioritas pemerintah. Para pasien mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," ujarnya.

Hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis. Meski demikian, rumah sakit tetap bersiaga untuk menangani korban lainnya.

Biaya Pengobatan Korban

Selain di Ponpes Manba'ul Hikam, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah satuan pendidikan lain pada hari yang sama. Kesamaan dari sejumlah kejadian tersebut yakni para siswa dan santri menerima makanan dari SPPG Kalitengah.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Emil memastikan seluruh biaya penanganan medis korban, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.45 WIB, terdapat 424 santri Ponpes Manba'ul Hikam yang menjadi korban dugaan keracunan.

Selain itu, terdapat 24 orang dari luar ponpes yang juga diduga mengalami kejadian serupa. Dari total korban tersebut, sebanyak 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

 

Rekomendasi