Perputaran transaksi di Koperasi Merah Putih menembus Rp 205 miliar dari total 75.713 kali transaksi. Catatan ini bersumber dari Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Sabtu (22/8/2026).
Simkopdes merekam lonjakan pergerakan uang yang kian menegaskan peran Koperasi Merah Putih sebagai urat nadi ekonomi warga desa, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok harian hingga sarana produksi pertanian.
Dominasi transaksi masih dikuasai komoditas pangan bersubsidi dan kebutuhan dapur. Beras SPHP menjadi produk paling banyak dibeli, disusul minyak goreng.
Advertisement
Beras SPHP dan Minyak Goreng Pimpin Pembelian
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tercatat sebagai komoditas terlaris di jaringan Koperasi Merah Putih. Produk ini menjadi primadona belanja warga menurut data terbaru Simkopdes.
Posisi kedua ditempati minyak goreng. Kategori kebutuhan dapur ini terus menyumbang nilai transaksi besar seiring tingginya kebutuhan rumah tangga.
Jika digabungkan, dua komoditas tersebut menyumbang lebih dari separuh total transaksi Koperasi Merah Putih secara keseluruhan.
Advertisement
Serapan Pupuk Menguat di Sektor Pertanian
Di luar sembako, sektor pertanian menunjukkan serapan masif. Penjualan pupuk menjadi salah satu penyumbang nilai transaksi terbesar di Koperasi Merah Putih.
Pupuk NPK Phonska membukukan volume penjualan tertinggi di antara kategori pupuk. Adapun Urea N 46% mencatat nilai transaksi besar dalam periode yang sama.
Tingginya penyerapan pupuk menjadi sinyal positif berjalannya rantai pasok untuk mendukung produktivitas petani lokal.
Advertisement
Komoditas Terlaris di Koperasi Merah Putih
Berdasarkan rekaman Simkopdes, berikut komoditas dengan kontribusi nilai transaksi terbesar beserta volumenya.
Angka-angka berikut merupakan akumulasi per Sabtu (22/8/2026).
- Beras SPHP
Nilai transaksi Rp 89,1 miliar dengan volume 7,9 juta unit.
- Minyak Goreng
Nilai transaksi Rp 47,1 miliar dengan volume 3,2 juta unit.
- Pupuk NPK Phonska
Nilai transaksi Rp 15 miliar dengan volume 8,1 juta unit.
- Barang Lainnya
Nilai transaksi Rp 13,4 miliar dengan volume 748 ribu unit.
- Pupuk Urea N 46%
Nilai transaksi Rp 11,2 miliar dengan volume 6,2 juta unit.
- Beras Reguler
Nilai transaksi Rp 5,6 miliar dengan volume 481 ribu unit.
Komoditas pendukung lain juga bergerak stabil, antara lain Beras Medium SPHP 5 Kg dengan nilai transaksi Rp 3,2 miliar, Gula Dalam Negeri Rp 1,2 miliar, serta Gas LPG 3 Kg sebesar Rp 560 juta.