24 Orang Keracunan Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Sejumlah pengunjung mengaku mengalami diare, mual, muntah, demam tinggi hingga menggigil setelah menyantap makanan di restoran tersebut.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
24 Orang Keracunan Usai Makan di Restoran Korea Bandung
Restoran korea di Bandung dilaporkan sebabkan keracunan pengunjung. (merdeka.com/Rachmadi Rasyad).

Kasus dugaan keracunan makanan di restoran Korea 88 Seoul, Paskal 23, Kota Bandung, ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Informasi yang beredar menyebut dugaan insiden terjadi pada 2–4 Oktober 2026 dan berdampak pada banyak pengunjung.

Sejumlah pengunjung mengaku mengalami diare, mual, muntah, demam tinggi hingga menggigil setelah menyantap makanan di restoran tersebut.

Salah satu pengguna Threads mengaku mengalami diare selama dua hari setelah makan bersama suaminya pada 3 Oktober. Suaminya bahkan mengalami demam lebih dari 39 derajat Celsius hingga harus mendapat infus dan obat. Pengguna tersebut juga mengaku sedang hamil trimester pertama dan mengalami mual, muntah, serta diare.

Keluhan serupa disampaikan sejumlah pengguna lainnya. Ada yang mengaku mengalami diare hingga belasan kali, demam dan menggigil setelah makan di restoran tersebut. Pengguna lain juga menyebut dirinya, anak, dan anggota keluarganya mengalami mual, diare, dan demam.

Restoran korea di Bandung dilaporkan sebabkan keracunan pengunjung. (merdeka.com/Rachmadi Rasyad).
Restoran korea di Bandung dilaporkan sebabkan keracunan pengunjung. (merdeka.com/Rachmadi Rasyad).

24 Orang Lapor Dinkes Bandung

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) menyatakan telah menerima laporan warga mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan di restoran 88 SEOUL di kawasan 23 Paskal, Kota Bandung. Total 24 orang melapor ke Dinkes Pemkot Bandung.

"Kami juga masih update terus. Sampai tadi sore yang sudah terlaporkan kepada kami melalui berbagai jalur itu 24 kasus," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pemkot Bandung, Dewi Primasari dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (7/10).

Dewi mengatakan, Dinkes Pemkot Bandung masih membuka kanal bagi masyarakat hendak melapor korban keracunan. Angka korban pelapor kemungkinan masih akan bertambah.

Gejala Dialami Konsumen

Adapun dari laporan diterima pihak Dinkes Pemkot Bandung, Dewi mengatakan, gejala dialami masyarakat usai mengonsumi makanan di restoran 88 SEOUL yakni sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Saat ini, Dinkes Pemkot Bandung masih memantau kondisi kesehatan korban.

"Kita melakukan investigasi langsung ke lapangan, ke pengelola resto, kemudian ke konsumen yang melaporkan. Kita cek sejauh mana kondisinya sekarang dan disarankan berobat," jelas Dewi.

 

Temuan Dinkes

Selain itu, Dinkes Pemkot Bandung juga telah menginspeksi ke restoran 88 SEOUL. Hasil pemeriksaan awal, Dinkes Pemkot Bandung menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi restoran masih perlu diperbaiki.

"Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran," kata dia.

Adapun aspek diperiksa Dinkes Pemkot Bandung mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (SOP).

"Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang," kata dia.

Dinkes Pemkot Bandung juga menyoroti penerapan sistem first in first out (FIFO) maupun first expired first out (FEFO) dalam penyimpanan dan penggunaan bahan makanan.

"Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net," tutur dia.

Dewi mengatakan, rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada pihak restoran. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.

"Biasanya kalau ada kasus seperti ini kita agak lebih intensif pemantauannya," kata dia.

Rekomendasi