Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR. Pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait pengajuan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI ke DPR.
Usulan tersebut muncul setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI karena alasan kesehatan. Pemerintah menyatakan Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7).
"Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama ibu Destry Damayanti yang beliau sekarang menjadi Penjabat Gubernur BI Sementara," kata Mensesneg di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8).
Destry saat ini menjabat sebagai Penjabat Gubernur BI Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI karena alasan kesehatan.
Nama Destry Damayanti bukan orang baru bagi Bank Indonesia (BI). Destry memiliki banyak pengalaman berkarier di industri keuangan.
Dia pernah menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri. Destry juga sempat ditunjuk sebagai Ekonom Mandiri Sekuritas. Selain itu dia sempat duduk dikursi Direktur Eksekutif di Mandiri Institute.
Destry menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019 untuk masa jabatan 2019-2024. Dia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Pada 10 Juli 2024, Presiden kembali menetapkannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024. Destry kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Advertisement
Anggota Dewan Komisioner LPS
Sebelum diangkat menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti merupakan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Destry diangkat menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS pada 24 September 2015, berdasarkan Keputusan Presiden 158/M 2015 tanggal 21 September 2015.
Advertisement
Pernah Jadi Ketua Satgas Ekonomi
Pengalaman Destry Damayanti di industri keuangan domestik tak perlu diragukan lagi. Jabatan strategis di lembaga keuangan pernah dicicipinya.
Tak cuma itu dia sempat menjadi Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan pada periode 2014 - 2015, Destry ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Advertisement
Latar Belakang Pendidikan
Destry Damayanti memilih Universitas Indonesia untuk meraih gelar S1. Dia mengambil jurusan ekonomi dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi. Tak puas dengan S1, Destry melanjutkan S2. Dia terbang ke Amerika Serikat dan berkuliah di Cornell University, New York. Destry mendapat gelar Master of Science dari pendidikannya itu.
Setelah lulus S2, karier Destry dimulai di beberapa tempat, salah satunya Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 2002 - 2003.
Advertisement
Penunjukan Destry
Penunjukan Destry dilakukan sehari setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Sabtu (25/7/2026). Mekanisme tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
“Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara sesuai Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Bank Indonesia,” ujar Destry di Gedung Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).
Penunjukan tersebut membawa Destry ke posisi tertinggi sementara di bank sentral. Sebelum dipercaya memegang jabatan tersebut, ekonom kelahiran Jakarta pada 1963 ini telah melewati perjalanan panjang di dunia ekonomi dan keuangan, mulai dari akademisi, ekonom di sektor pasar modal dan perbankan, hingga menjadi pejabat di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia.
Destry Damayanti menempuh pendidikan tinggi di bidang ekonomi. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI).
Pendidikannya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Destry memperoleh gelar Master of Science in Regional Science dari Cornell University, New York.
Perjalanan profesionalnya mencakup berbagai bidang. Pada 2000-2003, Destry tercatat sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia.
Ia kemudian menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006. Pada periode yang beririsan, Destry memasuki industri keuangan dengan menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Karier Destry berlanjut di Bank Mandiri. Ia menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.
Pada 2014-2015, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN. Setelah itu, ia masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS untuk periode 2015-2019.
Karier Destry di Bank Indonesia dimulai ketika ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 tertanggal 29 Juli 2019.
Destry mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019 dan menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2019-2024.
Lima tahun kemudian, Destry kembali dipercaya menduduki posisi tersebut. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tertanggal 10 Juli 2024, ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029. Destry kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Kini, di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Ia memastikan pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dan kewenangan bank sentral.
“Bank Indonesia akan senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenangnya untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Destry.