Insiden perselisihan antara seorang pengguna jalan dan seorang pejabat dari Dirkrimum Polda Sumbar yang berujung pada tindakan kekerasan, akhirnya diselesaikan dengan cara damai. Kombes Pol Teddy Fanani dan Bill Irzano sepakat untuk berdamai, mereka saling berpelukan, bersalaman, dan saling memaafkan satu sama lain. Kesepakatan ini dicapai setelah kedua belah pihak dipertemukan dalam suasana yang akrab di salah satu lokasi di Kota Padang pada malam Minggu (9/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bili datang ditemani oleh ibunya. Dengan komunikasi yang baik, suasana yang sebelumnya penuh ketegangan akibat kesalahpahaman mulai mencair. Kedua pihak pun sepakat untuk tidak memperpanjang masalah dan memilih untuk saling memaafkan demi menjaga hubungan baik.
Momen perdamaian ini ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Kombes Pol Teddy Fanani dan Bill Irzano, yang akrab dipanggil Bili. Keduanya menunjukkan bahwa masalah yang terjadi telah diselesaikan dengan cara yang penuh kekeluargaan.
"Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian ini dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak.
"Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan," tambahnya.
Susmelawati berharap agar peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dan sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta hubungan kekeluargaan di masyarakat.
Viral di Medsos
Di sisi lain, sebelumnya video yang menunjukkan cekcok antara pengguna jalan dan pejabat tinggi Polda Sumbar menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Jalan Lintas Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau pada hari Jumat lalu (7/8/2026).
Dalam rekaman video itu, terlihat bahwa korban sempat dipukul hingga kacamatanya pecah oleh Dirkrimum Polda Sumbar. Video yang memperlihatkan detik-detik mobil pejabat kepolisian yang mengadang mobil pelat merah yang ditumpangi korban menjadi sorotan di media sosial.
Video tersebut menunjukkan pelaku bersama sejumlah orang turun dari mobil dan mengintimidasi pengemudi mobil yang mereka hadang. Kejadian ini bermula ketika mobil pelaku disalip dari kiri oleh mobil korban, yang membuat pelaku tidak terima dan mengejar mobil korban hingga terjadi cekcok dan pemukulan.
Menanggapi video viral tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelayati Rosyia menyatakan bahwa Kapolda Sumbar telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
"Kapolda menegaskan bahwa tidak ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran dapat luput dari sanksi. Siapapun dia, apapun pangkatnya, jika melakukan pelanggaran, tentu saja tidak ada yang luput dari sanksi," tegasnya.