Prabowo Isyaratkan Dukung Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif

Prabowo memberi sinyal soal calon Gubernur BI saat acara akad massal KPR. Ia menyebut Destry Damayanti dan menyerahkan keputusan ke DPR.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Prabowo Isyaratkan Dukung Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal akan mengusulkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan DPR sesuai ketentuan.

Isyarat itu disampaikan saat Prabowo membacakan sejumlah nama anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat yang hadir dalam Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar. Momen tersebut terekam dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung jabatan Destry saat ini yang menggantikan Perry Warjiyo. Destry diketahui telah ditetapkan sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI setelah Perry mengundurkan diri.

Koreksi Jabatan Destry di Panggung Acara

Sebelum memberi sinyal pengusulan, Prabowo lebih dulu mengoreksi sapaan kepada Destry. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebelumnya menyebut Destry sebagai Deputi Gubernur Senior BI dalam laporannya. Prabowo menegaskan status Destry kini adalah pejabat Gubernur BI sementara.

"Di sini ada yang saya sebut saya kira tadi. Menteri Perumahan salah tadi, bukan, ini apa, ibu Destry adalah sekarang adalah pejabat, pejabat Gubernur (BI) sementara, Pjs ya, singkatannya, jadi pejabat," kata Prabowo, mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

Usai koreksi tersebut, Prabowo memberi isyarat pengusulan Destry sebagai Gubernur BI definitif sambil membuat gestur menimbang-nimbang dengan tangan kanan di atas mimbar.

"Kayaknya bagaimana? Oke? Terserah DPR nanti ya," ujar Prabowo.

Adapun penunjukan Destry sebagai Pjs Gubernur BI dilakukan Prabowo untuk mengisi kekosongan jabatan usai pengunduran diri Perry Warjiyo.

Airlangga: Keputusan Ada di Tangan Prabowo

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengisian kursi Gubernur BI menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan, BI telah memiliki sistem yang berjalan sehingga bisa diikuti oleh pejabat definitif nantinya.

"Ya kita serahkan ke Bapak Presiden, tetapi kami percaya karena di BI kan sudah ada sistem," kata Airlangga kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Airlangga menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter ke depan. Menurutnya, hal itu krusial untuk mendorong pertumbuhan, mengendalikan inflasi, dan membuka lapangan kerja.

"Jadi siapapun yang duduk di sana selama menjalankan sistem dan juga kerjasama baik fiskal-moneter itu akan baik untuk pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, dan menciptakan lapangan kerja," jelas dia.

Purbaya Pastikan Koordinasi KSSK Tetap Berjalan

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pergantian pimpinan di BI tidak mengganggu koordinasi maupun pengambilan kebijakan di KSSK. Ia menilai Destry telah lama berkecimpung dalam forum tersebut.

"Ibu Destry bukan pemain baru. Dia sudah terlibat dengan proses KSSK cukup lama," ujar dia di Kantor LPS, Selasa (28/7/2026).

Purbaya menambahkan pengalaman Destry di BI dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi bekal untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

"Bahkan dulu di LPS dan BI. Jadi knowledge-nya amat baik dan amat mumpuni untuk memastikan kegiatan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya," ujar Purbaya.

Ia menegaskan komposisi KSSK pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan meski terjadi pergantian pimpinan BI. Koordinasi antarlembaga disebut tetap solid karena seluruh anggota memahami mekanisme kerja KSSK.

Rekomendasi