Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Djaka tiba sekitar pukul 15.30 WIB dan datang seorang diri.
"Belum tahu," ucap Djaka saat ditanya tujuan pemanggilannya.
Ia menolak memberi keterangan lebih lanjut dan langsung berjalan ke area dalam Istana. "Oh enggak, enggak. Maaf yaa," kata Djaka.
Advertisement
Arahan Menkeu Usai Isu Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai
Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperkuat pengawasan terhadap komoditas impor ilegal dengan bertumpu pada integritas sumber daya manusia, modernisasi teknologi, dan perbaikan proses bisnis.
"Memperkuat pengawasan itu menggunakan seluruh alat yang kita miliki. Nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia," ujar Suahasil.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, kombinasi tiga unsur itu diperlukan agar penindakan penyelundupan lebih efektif tanpa menghambat arus barang yang dibutuhkan perekonomian.
"Tidak mungkin membersihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih. Jadi saya minta semua aparat pengawasan yang ada di lapangan memastikan bekerja dengan tertib, disiplin, terus meningkatkan kompetensi, dan berintegritas," tegas Suahasil.