Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN menyiapkan penataan besar-besaran atas portofolio perusahaan pelat merah. Sekitar 652 entitas akan dipangkas melalui konsolidasi sehingga nantinya hanya tersisa 250 entitas BUMN.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan hingga 31 Juli 2026 terdapat 274 entitas yang sudah ditata. Skema yang ditempuh mencakup merger, akuisisi, hingga langkah korporasi lain yang relevan.
Ia menambahkan, streamlining mulai menunjukkan hasil di sejumlah kelompok usaha. Salah satunya Pupuk Indonesia yang mencatat laba hingga Rp 6,1 triliun pada enam bulan pertama tahun ini setelah perubahan strategi bisnis.
Advertisement
Rencana Pemangkasan 652 Entitas BUMN
Dony menjelaskan progres penataan dalam keterangan resmi pada Sabtu (8/8/2026). Ia merinci jumlah entitas yang telah melalui proses streamlining per akhir Juli 2026 serta target akhir yang sedang dikejar.
"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," kata Dony.
Menurutnya, tahap berikut akan menuntaskan konsolidasi terhadap ratusan entitas lainnya agar struktur BUMN menjadi lebih ramping dan efisien.
"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," imbuhnya.
Advertisement
Dampak Awal: Kinerja Pupuk Indonesia dan Ekspor
BP BUMN dan Danantara menyebut dampak awal streamlining tercermin pada Pupuk Indonesia. Perusahaan ini melaporkan laba hingga Rp 6,1 triliun dalam semester I setelah mengubah strategi bisnis.
Dony menyatakan perbaikan kapasitas produksi berjalan paralel dengan perluasan pasar. Ia menuturkan terdapat pengembangan fasilitas serta ekspor perdana yang telah dilakukan.
"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," tutur Dony.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan daya saing melalui penyederhanaan struktur, penguatan strategi, dan perbaikan kinerja operasional.
Advertisement
Pengawalan Hukum, BP BUMN–Danantara Gandeng Kejagung dan Kemenkumham
Proses streamlining dikawal oleh Tim Pengawalan Streamlining BUMN yang melibatkan Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM. Dony membahas transformasi BUMN bersama Jamdatun Narendra Jatna, Jamintel Reda Manthovani, Wakil Menteri Hukum Edward O.S. Hiariej, serta jajaran Danantara.
Pembahasan mencakup penguatan landasan hukum melalui penyempurnaan regulasi agar konsolidasi, merger, divestasi, dan restrukturisasi dapat berjalan lebih cepat dan tetap sesuai prinsip tata kelola.
"Transformasi BUMN membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar setiap langkah yang dijalankan memiliki landasan hukum yang kuat dan tata kelola yang baik," ujar Dony.
Koordinasi lintas lembaga tersebut ditujukan untuk memastikan proses transformasi memiliki fondasi regulasi yang kuat dari hulu ke hilir.
"Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyederhanaan struktur BUMN, meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan negara, serta memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," seperti dikutip.
Advertisement
Rosan Roeslani Lapor Prabowo di Istana
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan pengelolaan BUMN kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Ia memaparkan progres streamlining hingga akhir Juli 2026.
"Sekarang streamlining yang kita sudah lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan per akhir bulan Juli kemarin. Beliau juga minta di-update seperti itu," kata Rosan.
Rosan menyebut Presiden memberikan arahan untuk memangkas lapisan birokrasi pada BUMN besar demi mempercepat pengambilan keputusan.
"Arahan Beliau juga untuk pengurangan layer-layer terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar, Pertamina, PLN dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga mulai meningkat, efisiensi juga lebih terjaga dan juga ya tentunya di BUMN-BUMN lainnya," beber dia.