Empat pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan PT Pertamina (Persero) bersiap memamerkan ragam produk kriya dan wastra unggulannya dalam ajang Kriyanusa 2026. Pameran yang menonjolkan sentuhan kreativitas serta kekayaan budaya lokal ini bakal berlangsung selama lima hari di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, mulai esok hari, Sabtu (26/9/2026).
Adapun empat UMK pilihan yang diboyong Pertamina meliputi Ayu Windy Tenun Ikat, Songket Ilham Bahari, Songket Permata, serta Ronald Moreno. Setiap merek membawa keunikan tersendiri—mulai dari pesona kain tradisional seperti tenun ikat dan songket, hingga produk kriya berkarakter seni tinggi.
Secara rinci, Ayu Windy Tenun Ikat menyajikan kreasi tenun berbalut motif dan warna khas Nusantara. Sementara itu, Songket Ilham Bahari dan Songket Permata menonjolkan kemewahan kain songket melalui ragam corak yang rumit serta kecermatan pengerjaan para perajinnya. Di sisi lain, Ronald Moreno menghadirkan ragam karya kriya dengan sentuhan artistik yang sangat khas.
Kehadiran deretan produk ini tidak hanya memberi pilihan menarik bagi pengunjung yang ingin mengenal seni kerajinan lokal, tetapi juga menjadi sarana nyata dalam mendukung keberlanjutan usaha para perajin Nusantara.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa partisipasi para pelaku UMK binaan dalam ajang Kriyanusa merupakan langkah konkret perusahaan untuk membuka akses pasar baru sekaligus memperkenalkan karya lokal ke jangkauan publik yang lebih luas.
"Pameran seperti Kriyanusa menjadi kesempatan bagi UMK binaan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, memperkenalkan produknya, sekaligus mendapatkan pengalaman dan masukan dari konsumen. Kami mengajak masyarakat untuk mendukung produk UMK sekaligus dapat melihat langsung beragam produk kriya dan wastra kekayaan nusantara karya UMK binaan Pertamina," ujar Baron.
Advertisement
Komunikasi Dua Arah
Lebih lanjut, Baron menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara perajin dan pengunjung selama pameran berlangsung. Menurutnya, masukan dari pembeli dapat menjadi bahan evaluasi berharga bagi UMK untuk terus berinovasi mengikuti selera pasar.
"Dukungan masyarakat melalui pembelian produk lokal turut memberikan ruang bagi UMK untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya," tambahnya.
Melalui program pendampingan yang berkelanjutan, Pertamina secara konsisten memberikan dorongan bagi para pelaku UMK—mulai dari peningkatan kapasitas diri, pengembangan desain produk, hingga fasilitasi di bidang promosi dan pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis UMK binaan agar semakin tangguh dan mampu memperluas pangsa pasarnya.