Insiden power bank berasap disertai percikan api terjadi di penerbangan Batik Air ID-6143 rute Makassar–Jakarta pada Selasa (28/7/2026). Maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat.
Peristiwa berlangsung ketika pesawat sedang mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan kondisi darurat segera menjalankan prosedur keselamatan menggunakan peralatan yang tersedia di pesawat sehingga situasi cepat terkendali.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan bahwa ketentuan pembawaan serta penggunaan power bank di kabin diberlakukan secara ketat, dan pihaknya tengah menelusuri penyebab insiden tersebut.
Advertisement
Situasi Terkendali di Udara
Selama proses penanganan, awak kabin memastikan keamanan para penumpang di sekitar lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan kapten penerbang.
Prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar, termasuk pemanfaatan peralatan yang tersedia di kabin untuk mengendalikan sumber asap.
Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Advertisement
Aturan Membawa dan Menggunakan Power Bank
Batik Air kembali mengingatkan bahwa power bank wajib dibawa sebagai bagasi kabin (hand carry) dan tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (palka).
Perangkat penyimpan daya tersebut juga tidak diperkenankan disimpan di kompartemen atas tempat penyimpanan barang, melainkan harus berada dalam pengawasan langsung pemiliknya sepanjang penerbangan.
"Power bank sama sekali tidak diperkenankan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan berlangsung," ujar Danang saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Penyebab Insiden Masih Diselidiki
Saat ini Batik Air melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui pemicu pasti kejadian power bank yang mengeluarkan asap dan percikan api tersebut.
Pengumpulan data dan informasi terkait tengah dilakukan sebagai bagian dari proses penelusuran.
Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi prosedur keselamatan lebih lanjut di internal maskapai.
"Saat ini Batik Air masih melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan," pungkas Danang.