DPRD Provinsi Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi hasil perikanan tangkap dan budidaya secara berkelanjutan di wilayah Jambi. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat menggerakkan seluruh sektor perikanan di Jambi menuju kemajuan yang lebih baik.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza, menegaskan pentingnya memaksimalkan Program KNMP, khususnya kampung perikanan budidaya. Menurutnya, potensi perikanan tangkap dan budidaya di Jambi secara umum belum tergarap secara optimal. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan para nelayan.
Program KNMP dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui tata kelola sistem pemasaran yang lebih baik dan penambahan infrastruktur vital. KKP telah menetapkan empat lokasi pengembangan KNMP di Jambi melalui keputusan Ketua Satuan Tugas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP pada 27 Maret 2026. Ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Hilirisasi Perikanan Melalui Program KNMP Jambi
Faizal Riza menyoroti bahwa proses hilirisasi potensi perikanan di Jambi masih memerlukan perhatian serius untuk mencapai hasil maksimal. Ia berharap Program KNMP dapat menjadi katalisator utama dalam upaya ini. Dengan adanya program ini, diharapkan sektor perikanan di Jambi dapat bergerak lebih dinamis dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Keberadaan Program KNMP diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan secara komprehensif. Peningkatan ini akan dicapai melalui perbaikan tata kelola sistem pemasaran hasil perikanan serta penambahan infrastruktur penunjang. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan produk perikanan Jambi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Program ini diperkirakan akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat pesisir karena alokasi anggarannya yang substansial. Setiap kampung yang terlibat dalam Program KNMP dapat menerima dana hingga Rp25 miliar. Anggaran sebesar ini memungkinkan pembangunan fasilitas-fasilitas esensial yang sangat dibutuhkan oleh komunitas nelayan.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas dan Dampak Ekonomi Program KNMP Jambi
Anggaran besar yang dialokasikan untuk Program KNMP akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penting. Fasilitas tersebut mencakup pembangunan dermaga, gudang es, gudang beku (cold storage), bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan. Infrastruktur ini fundamental untuk mendukung operasional nelayan dan menjaga kualitas hasil tangkapan mereka.
Pembangunan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perikanan yang lebih modern dan efisien. Dermaga yang memadai akan mempermudah aktivitas bongkar muat, sementara gudang es dan cold storage akan memastikan kesegaran produk perikanan. Bengkel kapal akan menjaga armada nelayan tetap prima, dan kios perbekalan akan memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.
Faizal Riza secara khusus menekankan pentingnya memaksimalkan potensi sumber daya kelautan di Jambi, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Kedua kabupaten ini merupakan sentra perikanan tangkap di Jambi. Dengan dukungan infrastruktur KNMP, diharapkan produktivitas dan nilai ekonomi perikanan di daerah tersebut dapat meningkat pesat.
Advertisement
Advertisement
Lokasi Strategis dan Model Koperasi Program KNMP Jambi
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Ahmad Muslih, menjelaskan bahwa KKP telah menetapkan empat lokasi pengembangan Program KNMP di Jambi. Penetapan ini berdasarkan keputusan Ketua Satuan Tugas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP pada tanggal 27 Maret 2026. Lokasi-lokasi ini dipilih secara strategis untuk memaksimalkan dampak program.
Empat lokasi tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Jambi. Dua lokasi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yaitu di Desa Muara Seberang, Kecamatan Seberang Kota, dan Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir. Satu lokasi lainnya terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Sabak Timur. Sementara itu, satu tempat lagi berada di Desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang dengan model berbasis koperasi. Akan ada keterkaitan erat antara Koperasi Merah Putih dan para nelayan setempat. Melalui sinergi ini, diharapkan nelayan dapat lebih berdaya dan mandiri, baik secara ekonomi maupun dalam sistem bisnis. Model koperasi ini bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan dan kemandirian bagi komunitas nelayan di Jambi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews