Khawatir dengan Perilaku Elon Musk, Platform X Ambruk Ditinggal Pengiklan

Bahkan, IBM, Apple, dan Disney, yang menghentikan kampanye iklan mereka pada platform X minggu lalu.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Khawatir dengan Perilaku Elon Musk, Platform X Ambruk Ditinggal Pengiklan
Khawatir dengan Perilaku Elon Musk, Platform X Ambruk Ditinggal Pengiklan (Merdeka.com)

Elon Musk belakangan ini dikenal sebagai pengusaha yang getol mendukung Israel untuk menyerang kelompok militan Palestina, Hamas.

Khawatir dengan Perilaku Elon Musk, Platform X Ambruk Ditinggal Pengiklan

Platform X (sebelumnya Twitter), perusahaan milik Elon Musk berpotensi kehilangan pendapatan iklan sebesar USD 75 juta pada akhir tahun ini. 

Ini menyusul puluhan merek besar menghentikan kampanye pemasaran mereka setelah pemiliknya, Elon Musk, mendukung teori konspirasi antisemit bulan ini. 

Selain itu, Elon Musk belakangan ini dikenal sebagai pengusaha yang getol mendukung Israel untuk menyerang kelompok militan Palestina, Hamas.

"Dokumen internal yang dilihat oleh The New York Times minggu ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berada dalam posisi yang lebih sulit dar ipada yang diketahui sebelumnya," tulis New York Times, dikutip Kamis (7/12).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam dokumen tersebut, sejumlah perusahaan yang kerap melalukan iklan di X mulai menjaga jarak. Bahkan, IBM, Apple, dan Disney, yang menghentikan kampanye iklan mereka pada platform X minggu lalu. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Dokumen tersebut mencantumkan lebih dari 200 unit iklan perusahaan seperti Airbnb, Amazon, Coca-Cola, dan Microsoft, banyak di antaranya telah menghentikan atau mempertimbangkan untuk menghentikan sementara iklan mereka di jejaring sosial," ungkap media ternama tersebut.

Dokumen tersebut juga mencantumkan berapa banyak pendapatan iklan yang dikhawatirkan akan mendorong PHK terhadap karyawan X pada akhir tahun jika pengiklan tidak kembali. 

Pada hari Jumat, X mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pendapatan sebesar USD 11 juta terancam dan angka pastinya berfluktuasi karena beberapa pengiklan kembali ke platform dan yang lainnya meningkatkan pengeluaran. 

Perusahaan mengatakan angka-angka yang dilihat oleh The Times sudah ketinggalan zaman atau mewakili upaya internal untuk mengevaluasi risiko total.

New York Times menyebut sejak akuisisi Twitter oleh Musk senilai USD 44 miliar tahun lalu, beberapa perusahaan menyatakan ragu-ragu untuk beriklan di platform tersebut.

Mereka karena khawatir dengan perilaku Musk dan keputusan moderasi konten, yang telah menyebabkan peningkatan konten yang menghasut dan penuh kebencian. 

Periklanan di AS pada platform tersebut turun hampir 60 persen tahun ini. Saat ini, perusahaan tersebut tengah mencoba merayu kembali para pengiklan dalam upaya yang dipimpin oleh kepala eksekutifnya, Linda Yaccarino.

Platform X juga berkampanye agar pengiklan kembali lagi selama periode liburan untuk menutupi kekurangan pendapatan di awal tahun.

Sebelumnya, orang terkaya nomor satu di dunia sekaligus CEO Tesla, Elon Musk menyatakan dukungannya terhadap perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.

Hal tersebut dia ungkapkan pada saat kunjungan ke Kibbutz yang merupakan daerah Israel yang diserang Hamas pada 7 Oktober 2023 kemarin.

"Sangat mengejutkan melihat lokasi pembantaian dan bahwa Israel tidak punya pilihan selain melenyapkan Hamas," ucap Elon dikutip dari Aljazeera, Rabu (29/11).

"Sangat mengejutkan melihat lokasi pembantaian dan bahwa Israel tidak punya pilihan selain melenyapkan Hamas," ucap Elon dikutip dari Aljazeera, Rabu (29/11).
Dok. Istimewa
Rekomendasi