Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath secara tegas menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi. Program ini diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bertujuan untuk memperluas akses energi di seluruh wilayah.
Dukungan ini disampaikan Vanath saat menerima kunjungan Ketua MUI Bidang Ekonomi M. Azrul Tanjung di Ambon pada Kamis. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta mitra program.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan Maluku. Fokus utama adalah mengatasi keterbatasan akses listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Inovasi Energi
Abdullah Vanath menegaskan bahwa pemerintah provinsi Maluku selalu "membuka karpet merah" untuk setiap pertemuan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan kemajuan masyarakat. Ia memastikan bahwa rencana pengembangan energi terbarukan ini didukung secara umum.
Menurut Wagub, pengembangan energi terbarukan melalui koperasi menjadi langkah strategis untuk menjawab isu keterbatasan akses listrik. Hal ini sangat relevan bagi wilayah 3T yang seringkali kesulitan mendapatkan pasokan energi yang memadai dan stabil.
Ia menilai, jika isu ini dapat dikembangkan secara nasional dan MUI berhasil menghadirkan terobosan bagi wilayah-wilayah 3T, hal tersebut akan menjadi langkah luar biasa. Apalagi program ini melibatkan Kementerian Koperasi dan berbagai mitra strategis lainnya, menunjukkan kolaborasi multisektoral.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif MUI dan Potensi Besar Maluku
Ketua MUI Bidang Ekonomi, M. Azrul Tanjung, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi. Program ini akan terintegrasi secara menyeluruh dengan pengembangan energi terbarukan. Ia menekankan bahwa program ini akan segera digerakkan, sejalan dengan arahan Presiden untuk berfokus pada energi terbarukan di masa depan.
Pembangkit energi terbarukan ini rencananya akan dibangun di pulau-pulau di Maluku, menjangkau daerah-daerah yang selama ini kesulitan akses listrik. Fungsinya tidak hanya sebagai sumber energi utama, tetapi juga akan bertransformasi menjadi pusat konstruksi lokal dan pusat pembuatan es, yang secara signifikan akan mendukung sektor perikanan dan logistik di wilayah tersebut.
Wagub menambahkan bahwa koperasi akan menjadi pusat pengelolaan usaha sekaligus distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat setempat. Ini akan memastikan bahwa keuntungan dari proyek energi terbarukan tersebut dapat dirasakan langsung oleh komunitas lokal.
Advertisement
Berdasarkan hasil penelitian, Maluku memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, mencapai lebih dari 6,5 gigawatt. Potensi melimpah ini mencakup berbagai sumber seperti tenaga surya, angin, panas bumi, arus laut, air, dan biomassa yang tersebar luas di berbagai wilayah kepulauan.
Meskipun potensi yang dimiliki sangat besar, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan infrastruktur pendukung, rendahnya tingkat pemanfaatan teknologi yang ada, serta kebutuhan akan dukungan teknologi dan pemeliharaan berkelanjutan untuk memastikan operasional jangka panjang.
Sumber: AntaraNews
Advertisement