Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per USD, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Purbaya lantas mengacu pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, yang berkutat di level 9.133,87.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per USD, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya
Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per USD, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya (Merdeka.com)

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar atau kursRupiah bakal segera menguat, usai hampir menembus level Rp17.000 per USD pada perdagangan Senin (19/1) hari ini. 

Purbaya lantas mengacu pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, yang berkutat di level 9.133,87. Adapun capaian itu menjadi rekor tertinggi terbaru, di mana untuk pertama kalinya IHSG ditutup di atas level 9.100.

"Rupiah akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan, IHSG berapa sekarang, all time high, kan? 91.333," kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1).

Mengacu pada rekor itu, ia percaya aliran modal asing banyak masuk ke pasar Indonesia. Menurut dia, tidak mungkin IHSG bisa tembus rekor baru jika hanya bermodal investasi domestik. "Jadi tinggal tunggu waktu saja Rupiahnya menguat juga, karena supply dollar akan bertambah," imbuh Purbaya. 

Lebih lanjut, ia turut menyinggung pelemahan Rupiah dengan spekulasi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang dikabarkan bakal menjadi salah seorang Deputi Gubernur Bank Indonesia. 

"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana. Orang spekulasi (Bank Indonesia) independensinya akan hilang. Saya pikir enggak akan begitu," ujar Purbaya. 

"Nanti kalau begitu insaf juga langsung menguat lagi Rupiah. Karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat," tuturnya. 

Hampir Tembus Rp17.000 per USD

Untuk diketahui, nilai tukar atau kurs Rupiah di pasar spot sudah semakin mendekat Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejumlah bank memasang kurs jual dan beli dolar AS di angka Rp16.900 lebih pada Senin (19/1).

Ambil contoh Bank Central Asia (BCA), yang memasang kurs beli USD 1 sebesar Rp16.913 pada Senin (19/1) pukul 10.01 WIB. Sementara kurs jual dibanderol pada Rp16.933.

Tak beda jauh, kurs beli dolar AS di Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga dipatok Rp16.911. Dengan kurs jual di kisaran Rp16.938 per USD.

Kurs Rupiah di Bank Lain

Adapun pada TT Counter Bank Negara Indonesia (BNI), kurs jual dolar AS tembus hingga Rp17.060. Dengan kurs beli di angka Rp16.760 per USD. 

Senada, TT Counter bank pelat merah lain yakni Bank Mandiri pun memasang kurs jual USD di Rp17.000. Sementara kurs beli dolar AS dipasang di angka Rp16.700.

Sedangkan pada kurs valas CIMB Niaga, kurs beli dolar AS ditetapkan sebesar Rp16.908 dengan kurs jual di level Rp16.923 per USD.

Rekomendasi