Fantastis! Transaksi UMKM Tembus Rp7,8 Triliun di TEI 2025, Mendag: Jangan Sia-siakan Kesempatan Emas Ini

Menteri Perdagangan mengumumkan Transaksi UMKM di TEI 2025 mencapai Rp7,8 triliun, menunjukkan potensi besar ekspor. Kemendag berkomitmen penuh mendampingi Transaksi UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fantastis! Transaksi UMKM Tembus Rp7,8 Triliun di TEI 2025, Mendag: Jangan Sia-siakan Kesempatan Emas Ini
Menteri Perdagangan mengumumkan **transaksi UMKM TEI** 2025 mencapai Rp7,8 triliun, menunjukkan potensi besar produk lokal di pasar global. Bagaimana strategi Kemendag selanjutnya untuk mempertahankan momentum ini? (AntaraNews)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengumumkan pencapaian luar biasa dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil mencatatkan transaksi sebesar 474,7 juta dolar AS.

Angka fantastis ini setara dengan sekitar Rp7,8 triliun, yang tercatat hingga menjelang penutupan TEI 2025 pada Minggu, 19 Oktober, pukul 13.00 WIB. Pencapaian ini menegaskan potensi besar UMKM Indonesia di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso dalam seremoni penutupan TEI 2025 yang berlangsung di Kabupaten Tangerang, Banten. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan komitmen kuat untuk terus mendukung dan meningkatkan ekspor dari para pelaku UMKM.

Pencapaian Gemilang Transaksi UMKM di TEI 2025

Pencapaian transaksi UMKM yang menembus angka Rp7,8 triliun merupakan indikator positif bagi perekonomian nasional. Angka ini menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di kancah internasional.

Budi Santoso secara khusus menyoroti kontribusi UMKM dalam total transaksi TEI 2025. "Secara khusus kami juga mencatat transaksi yang dihasilkan oleh UMKM mencapai 474,7 juta dolar AS atau setara dengan Rp7,8 triliun," ujarnya.

Menurut Mendag, transaksi UMKM yang "cukup bagus" ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan. Kemendag akan memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Kesuksesan ini tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk fasilitasi pertemuan bisnis. Ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk mendorong pertumbuhan ekspor UMKM.

Strategi Kemendag Dampingi UMKM Menembus Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan memiliki strategi komprehensif dalam mendampingi UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Strategi ini terbagi menjadi tiga tahap penting, memastikan dukungan yang holistik dan berkelanjutan bagi pelaku usaha.

Tahap pertama adalah pra-TEI, di mana Kemendag aktif melakukan business matching. "Sebelum TEI, kita terus melakukan business matching," kata Budi Santoso, menjelaskan upaya mempertemukan produk Indonesia dengan pembeli potensial.

Pada tahap ini, Kemendag memperkenalkan produk-produk dari peserta pameran kepada para pembeli atau buyer yang telah mendaftar. "Dengan harapan pada saat TEI tanggal 15 Oktober sampai 19 Oktober ini terjadi kontrak dagang, dan Alhamdulillah terjadi banyak kontrak dagang," lanjutnya.

Tahap berikutnya adalah monitoring pasca-penandatanganan kontrak dagang atau nota kesepahaman (MoU). Kemendag tidak berhenti pada penandatanganan, melainkan terus memantau implementasi hasil MoU tersebut. "Terutama kepada teman-teman UMKM, kadang-kadang kalau pengiriman pertama masih bagus, kedua kadang-kadang kurang bagus, ketiga dan seterusnya kurang bagus itu jangan sampai terjadi," tegas Budi Santoso.

Pendampingan ini mencakup aspek kualitas produk agar tetap konsisten, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Mendag menekankan bahwa ini adalah kesempatan emas bagi UMKM Indonesia yang tidak mudah didapatkan. "Jadi tolong saudara-saudara kita pelaku UMKM jangan disia-siakan kesempatan ini dan terus kita perjuangkan mudah-mudahan UMKM kita semakin banyak yang bisa menembus pasar ekspor," pungkasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi