Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Program Pembangkit Nuklir 7 GW

Indonesia menyiapkan program PLTN sekitar 7 GW. Hashim Djojohadikusumo membeberkan rencana itu di Jakarta, bersamaan target surya 100 GW.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Program Pembangkit Nuklir 7 GW
<p>Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia dalam COP29, Hashim Djojohadikusumo memberikan keynote speech di sesi talkshow CEO Climate Talks bertajuk "Enhancing Ambition on Renewable Energy" di Indonesia Pavilion, Baku, Azerbaijan pada Senin, (11/11). (Foto: Istimewa)</p>

Pemerintah Indonesia menyiapkan program pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas sekitar 7 gigawatt (GW) sebagai bagian dari rencana pengembangan energi nasional. Langkah ini diposisikan sebagai salah satu pilar transisi energi Indonesia menuju sumber yang berkelanjutan.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut nuklir menjadi bagian dari rencana umum energi bersama pengembangan energi surya, panas bumi, tenaga air, dan biofuel. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

"Pilar lain dari program energi kita adalah nuklir. Pemerintah Indonesia akan menjalankan program nuklir yang sangat ambisius," ujar Hashim.

Ia menambahkan, informasi terakhir yang diterimanya dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menunjukkan kapasitas sekitar 7 GW akan dimasukkan ke dalam rencana umum energi Indonesia.

"Informasi terakhir yang saya dengar dari Pak Dharma adalah sekitar 7 gigawatt akan menjadi bagian dari rencana umum energi kita," kata Hashim.

Pengembangan energi nuklir disebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah menekankan kebutuhan pasokan listrik yang andal untuk rumah tangga, fasilitas kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain nuklir, pemerintah juga menyiapkan pengembangan energi surya dengan target kapasitas terpasang mencapai 100 GW. Hashim menyebut Indonesia memiliki sumber energi berkelanjutan lain seperti panas bumi dan tenaga air.

Menurut Hashim, pengembangan sumber energi domestik diperlukan agar perekonomian tidak rentan terhadap dinamika geopolitik global. Diversifikasi sumber energi terus didorong melalui berbagai program energi berkelanjutan.

Indonesia Kaya Sumber Energi Terbarukan

Indonesia tetap mempertahankan pengembangan biofuel sebagai bagian dari strategi energi nasional. Hashim menilai program ini semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan potensi risiko terhadap pasokan energi global.

Pemerintah menempatkan pengembangan beragam sumber energi sebagai langkah menuju kemandirian energi. Fokusnya memastikan ketersediaan energi jangka panjang sekaligus memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

"Indonesia diberkahi banyak sekali sumber energi yang merupakan bagian dari sektor berkelanjutan," ujar Hashim.

Rekomendasi