China Akhiri Insentif Baterai EV, Pajak Konsumsi Mulai Berlaku September

China mengakhiri pembebasan pajak konsumsi baterai lithium-ion untuk NEV. Tarif baru berlaku September dan naik tahun depan. Berikut faktanya.

Arief Aszhari
Oleh Arief Aszhari - Reporter
China Akhiri Insentif Baterai EV, Pajak Konsumsi Mulai Berlaku September
Malaysia Perketat Aturan Impor Mobil Listrik, Merek China Terdampak (Straittimes)

Tambahan beban biaya menanti produsen baterai dan mobil listrik di China setelah pemerintah mengakhiri pembebasan pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion. Kebijakan ini menutup era insentif yang berjalan 11 tahun, dikutip dari Nikkei Asia.

Mulai 1 September 2026, baterai lithium-ion untuk kendaraan energi baru (NEV)—termasuk mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV)—kembali dikenai pajak konsumsi sebesar 2 persen.

Pemerintah juga telah menjadwalkan kenaikan tarif menjadi 4 persen mulai September 2027.

Di tengah persaingan industri otomotif yang makin ketat, langkah ini menjadi sorotan karena China merupakan pasar NEV terbesar di dunia, dengan penjualan tertinggi secara global selama 11 tahun berturut-turut.

Sementara itu, Beijing masih memberikan dukungan pajak untuk teknologi baterai generasi berikutnya. Baterai berbasis sodium-ion dan solid-state masih memperoleh keringanan, menandakan pergeseran dukungan dari lithium-ion yang sudah mapan ke teknologi baru.

Laju Penjualan NEV Melambat

Pengurangan insentif datang saat pertumbuhan permintaan kendaraan listrik mulai melemah. Jika tambahan biaya dari pajak tidak dapat diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga, produsen berpotensi harus menyerap beban tersebut.

Dengan berakhirnya pembebasan pajak baterai lithium-ion dan rencana penghentian pembebasan pajak pembelian kendaraan pada 2028, industri otomotif China memasuki fase baru.

Pengurangan dukungan pemerintah berpotensi memicu seleksi yang lebih ketat di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin padat.

Rekomendasi