Tips Pintar Kelola Keuangan untuk Capai Financial Freedom, Lengkap dengan Kebiasaan Harus Dihindari

Aliyah menerangkan, banyak orang bercita-cita mencapai financial freedom, tetapi yang membedakan keberhasilan adalah kebiasaan mereka jalani.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Tips Pintar Kelola Keuangan untuk Capai Financial Freedom, Lengkap dengan Kebiasaan Harus Dihindari
Tips Pintar Kelola Keuangan untuk Capai Financial Freedom, Lengkap dengan Kebiasaan Harus Dihindari (Merdeka.com)

Dalam dunia yang serba cepat dan digital seperti sekarang, pengelolaan keuangan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. CEO & Founder DNA Finance, Aliyah Natasya, menyoroti kesehatan finansial tidak hanya bergantung pada jumlah uang yang dimiliki, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang mengelolanya, dan semua itu berawal dari pola pikir.

"Sebenernya harusnya dari pikiran. Karena kalau pikirannya ini sudah negatif, biasanya kemana-mana," kata Aliyah dalam acara Hustle Smart, Save Smarter Bank Raya, Jakarta, Kamis (27/2).

Aliyah menerangkan, banyak orang bercita-cita mencapai financial freedom, tetapi yang membedakan keberhasilan adalah kebiasaan mereka jalani.

Sayangnya, kebiasaan buruk seperti terlalu sering rebahan, scrolling media sosial, hingga check-out belanja online menjadi penghambat utama. Lebih jauh, Aliyah mengungkapkan kebiasaan ini tidak hanya menjangkiti Gen Z, tetapi juga generasi milennial.

"Enggak cuma Gen Z. Menurut aku milennial pun akhirnya terbawa. Karena kebiasaan itu juga sangat dipengaruhi oleh pertemanan kita. Lingkungan kita sama keluarga kita," tambahnya.

Mengatur Uang Seperti Mengatur Energi

Aliyah mengibaratkan uang sebagai energi. Saat keuangan minim, energi juga ikut turun. Sebaliknya, ketika keuangan sehat, semangat untuk beraktivitas lebih besar. Sayangnya, banyak yang tidak memahami bagaimana cara mengelola energi finansial ini dengan baik.

"Misalnya, kita boros di akhir pekan, lalu Senin sampai Rabu hanya bisa makan mieinstan. Ini karena kita tidak membatasi pengeluaran," jelasnya. 

Oleh karena itu, memahami konsep budgeting menjadi sangat penting. Setiap orang memiliki anggaran yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan finansial mereka.

Namun, memiliki tabungan saja tidak cukup. Banyak orang menabung, tetapi tidak menyadari bahwa tabungan mereka bisa terkuras habis oleh biaya administrasi atau inflasi jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu, menabung harus dibarengi dengan investasi yang cerdas.

Investasi Mengubah Risiko Menjadi Peluang

Selain itu, banyak yang menganggap investasi sebagai sesuatu yang sulit dan penuh risiko. Namun, Aliyah menegaskan bahwa risiko ada dalam setiap aspek kehidupan, sehingga justru penting untuk memahami dan bersahabat dengan risiko tersebut.

"Kira-kira hidup kita penuh risiko gak? Banyak risikonya. Jadi saya selalu bilang. Kalau mau hidup lebih baik justru kita harus bersahabat dengan risiko," terang Aliyah.

Kini, investasi tidak lagi terbatas pada mereka yang sudah bekerja. Generasi Z bahkan mulai berinvestasi sejak masih kuliah, dengan berbagai pilihan seperti obligasi, reksadana, dan instrumen lainnya yang mudah diakses.

Kebiasaan Finansial yang Harus Diwaspadai

Aliyah mengungkapkan salah satu jebakan terbesar dalam keuangan modern adalah FOMO (Fear of Missing Out). Banyak orang membeli sesuatu bukan karena butuh, tetapi karena tidak ingin ketinggalan tren.

"15 tahun terakhir hidup kita tuh sangat penuh dengan FOMO. Walaupun lingkungannya kecil nih gitu," tutur dia.

Selain itu, kesalahan lain yang sering terjadi adalah membeli sesuatu hanya karena bisa. Dengan kemudahan transaksi digital, banyak orang tergoda untuk membeli tanpa berpikir panjang. 

"Padahal bisa bukan berarti harus. Bisa bukan berarti harus, justru kamu harus bisa menahan kesenangan-kesenangan ini. Karena harusnya nih ya, bisanya tuh untuk apa? Untuk hal-hal yang besar," tegasnya.

Kemudian investasi ikut-ikutan. Investasi juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Kesalahan terbesar adalah ikut-ikutan tren tanpa memahami produk yang diinvestasikan. 

"Saya pun pernah tergiur investasi yang terlihat menguntungkan, tetapi ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Maka dari itu, selalu investasikan uang pada sesuatu yang benar-benar kita pahami dan percayai," katanya.

Lebih lanjut, Aliyah bilang pengelolaan keuangan yang sehat bukan hanya tentang memiliki uang, tetapi bagaimana kita menggunakannya dengan bijak. Dari budgeting, menabung, hingga investasi, semua harus dilakukan dengan strategi yang tepat dan disiplin yang kuat.

"Hampir 80 persen sumber energi kita, sumber kekayaan kita. Selama hidup berasal dari pekerjaan kita. Cuma jarang dikasih tahu. Kalau kerjaan kita adalah sumber kesejahteraan," tutup Aliyah

Rekomendasi